Mendikbud Hapus Ujian Nasional
Tak hanya Guru dan Wali Murid, Dinas Pendidikan Jatim Juga Dukung Ujian Nasional Dihapus Mendikbud
Kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk menghapus Ujian Nasional dinilai merupakan langkah yang positif.
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk menghapus Ujian Nasional dinilai merupakan langkah yang positif
TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Dinas Pendidikan Jatim menyambut baik kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ( Mendikbud ) Nadiem Makarim soal penghapusan Ujian Nasional.
Bahkan, Dinas Pendidikan Jatim menyatakan siap menjalankan program ujian nasional dihapus Mendikbud, Nadiem Makarim itu.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Hudiyono menyatakan, pihaknya akan tetap melakukan pendampingan kepada sekolah melalui MGMP (musyawarah guru mata pelajaran).
• Ujian Nasional Dihapus Mendikbud, Guru dan Wali Murid di Pamekasan Dukung Kebijakan Nadiem Makarim
• Bermula dari WhatsApp, Kisah Tragis Tangan Anak Dipanggang Ibu Tirinya Terbongkar: Saya Gak Bandel
• Mendikbud Nadiem Makarim Hapus Ujian Nasional, MKKS Pamekasan Akui Setuju dan Berikan Saran
Hal itu, kata Hudiyono, dilakukan dalam penyusunan kaidah soal yang sesuai dengan indikator, kisi kisi dan silabus, terkait Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN).
"Nantinya sekolah boleh mengadakan ujian sendiri dan soal-soalnya itu sudah dalam pendampingan MGMP dalam menyusunnya," kata Hudiyono, Kamis (12/12/2019).
"Kemudian penyusunan soal dan analisa soal, nantinya bukan hanya secara kognisi saja, tapi juga holistik," sambung dia.
Ia mengatakan, meskipun bank soal sepenuhnya wewenang sekolah dan disusun sekolah, tetapi ketentuan soal bisa terstandar dalam bentuk penugasan atau portofolio.
"Oleh karena itu, pemprov sudah melakukan upaya pendampingan terhadap SMA/SMK dan PK LK bagaimana menyusun kaidah-kaidah penyusunan soal," lanjutnya.
• Ujian Nasional Dihapus Mendikbud, Guru dan Wali Murid Beber Alasan Dukung Kebijakan Nadiem Makarim
• Ujian Nasional Dihapus, Pengamat Minta Kebijakan Mendikbud Nadiem Makarim Terus Didukung Semua Pihak
Lebih lanjut, Hudiyono mengatakan, hasil rapat koordinasi, akan ada perubahan dalam pemodelan soal sebagai pengganti Ujian Nasional.
Jika sebelumnya ditekankan pada penyelesaian kognitif, pada tahun depan, kata dia, akan bersifat holistik yang berupa penalaran, literasi, dan karakter.
"Ini menjadi salah satu alat ukur yang harus disiapkan secara nasional," kata Hudiyono.
"Ini ukuran evaluasi yang berdasar pada kompetensi dasar ataupun inti. Ini yang diukur oleh kementerian untuk pemetaan," sambung dia.
"Karena pemetaan nanti hasilnya lebih holistik dan lebih luas," teambahnya.
Menurut Hudiyono, kebijakan Nadiem Makarim tersebut menjadi dorongan bagi Jawa Timur agar sekolah-sekolah melakukan pembelajaran berbasis 4C, yakni communicatif, colaboratif, critical thingking, dan creativity.
• Mendikbud Nadiem Makarim Hapuskan Ujian Nasional, Begini Tanggapan Serius Gubernur Jatim Khofifah
• Mendikbud Nadiem Makarim Pastikan 2020 Jadi Tahun Terakhir Siswa Laksanakan Ujian Nasional
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/dinas-pendidikan-jatim.jpg)