Kisah Ferri Afrizal Sopir Maut Bus Sriwijaya, Angka 4 menjadi Pertanda sebelum Laka Terjun ke Jurang
Kisah Ferri Afrizal Sopir Maut Bus Sriwijaya, Angka 4 jadi Pertanda Sebelum Kecelakaan Terjun ke Jurang
"Waktu pamit kerja hari Minggu lalu, sampai empat kali dia izin sama ibunya."
"Itu yang agak aneh karena biasanya cukup satu kali saja," cerita Jalaluddin.
Lebih aneh lagi, saat berpamitan Ferri mengucapkan sesuatu yang membuat istri Jalaluddin cemas.
"Mak pamit ya. Mungkin aku tidak pulang," ucap Ferri ditirukan Jalaluddin berdasar cerita sang istri.
Ucapan itu mungkin terdengar biasa, kendati begitu kecemasan menggelayuti hati sang ibu.
Istri Jalaluddin mengartikan Ferri Afrizal akan lama keluar rumah karena pekerjaannya.
"Saat itu ibunya berpikir kata-kata itu berarti pulangnya mungkin agak lama. Ya, tapi tetap saja perasaan cemas itu ada," beber Jalaluddin.
Ia memastikan hari itu Ferri dalam kondisi sehat, fisiknya prima, tak punya riwayat penyakit parah.
• TERUNGKAP Alasan Suami yang Siksa Wanita Madura Hamil Hingga Tewas, Peran Anak Kandung Juga Terseret
• Pembunuh Pemandu Lagu Cantik di Ngawi Dilakukan Profesional, Jejaknya Rapi & Hanya Tinggalkan BB ini
Dianggap Sopir Senior
Almarhum Ferri Afrizal merupakan anak kedua dari empat bersaudara.
Sekitar sudah 15 tahun terakhir Ferry bekerja sebagai sopir, baik bus maupun truk dan kerap kali bepergian keluar kota.
"Pernah beberapa kali pindah perusahaan juga. Ini saja sebenernya sudah mau pindah."
"Waktu itu melamar pekerjaan dan rencananya awal tahun baru akan kerja di tempat yang baru," ungkap Jalaluddin.
Belum sempat keinginannya pindah perusahaan, Ferri meninggal dalam kecelakaan maut Bus Sriwijaya yang dikemudikannya.
Jalaluddin mencoba menerima takdir harus ditinggal lebih dulu sang anak.