Kisah Pilu Fitri Menikah di Depan Jenazah Ayahnya, Akad Dipercepat Karena Bus Sriwijaya Kecelakaan
Dwi Fitri Rahmani menikah dengan pujaan hatinya di depan jenazah sang ayah yang menjadi korban kecelakaan maut.
"Nanti Pak, kami sedang ada musibah," ungkap keluarganya kepada awak media.
• Sumenep Kini Punya Hotel Bintang Tiga, Hotel de Baghraf Jadi yang Pertama Berdiri di Kota Sumekar
• Tak Sampai 24 Jam, Maling Motor Dibekuk Polisi, Aksinya Viral setelah Korban Curhat di Facebook
Sama halnya juga dengan pengantin pria yang enggan berkomnetar.
Orangtua mempelai laki-laki, Kasim mengatakan, akad nikah berjalan dengan lancar.
Kata dia, kedua mempelai akan melangsungkan pernikahan pada Minggu (29/12/2019).
"Namun terpaksa kita percepat hari ini," ucap Kasim ketika ditemui Sriwijaya Post ( Grup Tribunmadura.com ).
Karena kondisi sepertinya ini, suasana kita sedang berduka," sambung dia.
"Ini permintaan dari keluarga Fitri," ungkapnya.
• PT Jasa Marga Sediakan Rest Area di Tol Pandaan-Malang, Ada Fasilitas Toilet hingga Tempat Ibadah
Ia mengungkapkan, pernikahan sang putra dan Fitri disaksikan langsung oleh almarhum Warsono dan cucunya yang juga meninggal dunia, yakni Akbar.
"Jadi almarhum ini pergi ke kota Bengkulu ini hendak menjemput sang cucunya (M akbar-red), untuk menyaksikan pernikahan tante ini," ungkapnya kembali.
Di tempat yang sama, kades setempat, Anhar membenarkan bahwa adanya warganya yang meninggal dunia sebanyak 5 orang.
Kelima orang yang tewas dalam kecelakaan Bus Sriwijaya itu yakni, Warsono (62), M Akbar (13), Selvi Nurpel (16), Aulu Azmi (15), dan Amelia (13).
"Benar ada 5 orang warga kita yang meninggal dunia dalam kecelakan bus di Pagar Alam," kata dia.
"Dan hari ini direncanakan akan dikebumikan di pemakamam desa Perajen Kecamatan Banyuasin," ungkapnya.
• Kantor KPU Pamekasan Kebanjiran Akibat Hujan Deras, Sejumlah Berkas Penting di Dalam Ruangan Basah
Menurut Anhar, pemakaman akan dilakukan secara kolektif di tempat yang sama di satu tempat.
"Semuanya korban masih ada kaitan keluarga dan semuanya sekolah di pesantren di Bengkulu," tutupnya.