Berita Batu
Arus Lalu Lintas di Kota Batu Kembali Normal Sehari setelah Libur Natal, Volume Kendaraan Capai 2000
Ada sekitar 2000 kendaraan yang melintas di jalanan Kota Batu sehari setelah libur Natal.
Penulis: Benni Indo | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ada sekitar 2000 kendaraan yang melintas di jalanan Kota Batu sehari setelah libur Natal
TRIBUNMADURA.COM, BATU – Lalu lintas di jalanan Kota Batu kembali normal, Kamis (26/12/2019).
Kondisi Jalanan Kota Batu ini berbeda dibanding hari-hari sebelumnya.
Kepala Dishub Kota Batu, Susetya Hermawan menjelaskan, jumlah volume kendaraan di Kota Batu terpantau sekitar 2000 kendaraan, Kamis (26/12/2019).
• Keenakan Menjabat, Inilah 13 Kabupaten/Kota di Jatim Berpotensi Terus Dibelit Jerat Politik Dinasti
• Hujan Lebat dan Petir Diprediksi Terjadi di Kota Batu hingga Akhir Tahun 2019, Warga Diminta Waspada
• Tempat Wisata di Kota Batu yang Ramai Dikunjungi saat Natal, Ada Predator Fun Park hingga Selecta
Sebelumnya, kata Susetya Hermawan, volume kendaraan di Kota Batu mencapai 5000 per hari.
Menurut Susetya Hermawan, kondisi seperti itu wajar lantaran gelombang kedatangan kendaraan berbeda dibanding jadwal sebelum liburan Natal.
Namun, Susetya Hermawan mengatakan kalau peningkatan volume kendaraan kembali akan padat menjelang pergantian tahun.
“Akan terjadi kembali pada 30 Desember karena banyak wisatawan yang merayakan malam Tahun Baru 2020," ujar Hermawan, Kamis (26/12/2019).
Hermawan menjelaskan, penurunan volume kendaraan di Kota Batu terpantau di jalan alternatif.
• Mau Liburan Natal dan Tahun Baru 2020 di Kota Batu, Inilah Jalur Alternatif agar Tak Terjebak Macet
• Ada 15 Ribu Orang yang Datang ke Kota Batu Per Hari untuk Habiskan Waktu Libur Natal dan Tahun Baru
Dengan menurunnya volume kendaraan ini, kata dia, lalu lintas di Kota Batu tidak begitu padat.
Petugas gabungan Operasi Lilin Semeru 2019 juga tetap bertugas seperti biasa hingga jadwal operasi berakhir.
Hermawan mengimbau agar kendaraan yang mengangkut material untuk sementara waktu tidak melintas di Kota Batu sesuai peraturan.
"Sekali lagi yang dikhawatirkan adalah kecelakaan,” tegasnya.
Kasat Lantas Polres Batu, AKP Diyana Suci Listyowati menjelaskan, pembatasan kendaraan pengangkut material mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan No 72 tahun 2009 tentang operasional lalu lintas kendaraan selama Natal dan Tahun Baru.
• Produk Makanan Tanpa Tanggal Kedaluarsa Ditemukan di Kota Batu Menjelang Natal dan Tahun Baru
• Keamanan Wilayah Kota Batu Terjamin, Wisatawan Bisa Nyaman Habiskan Libur Natal dan Tahun Baru
Dalam ketentuan tersebut, dijelaskan ada pembatasan kendaraan bermuatan berat seperti truk pengangkut pasir dan tanah yang melintas di beberapa ruas jalan alternatif khususnya di wilayah Malang raya.
Hal itu dilakukan agar kepadatan kendaraan di Kota Batu tidak semakin parah saat liburan Natal dan Tahun Baru.
Truk pengangkut pasir dan bahan bangunan baru beroperasi kembali ketika Operasi Lilis Semeru 2019 berakhir pada awal Januari 2020 mendatang.
200 ribu kendaraan diprediksi akan masuk ke Kota Batu sepanjang liburan Natal dan Tahun Baru 2020.
Naiknya jumlah kendaraan yang masuk ke Kota Batu juga disebabkan telah dibukanya jalur tol Surabaya – Malang.
• Libur Natal dan Tahun Baru di Kota Batu? Cobain Datang ke Glow Garden Spektakuler Jatim Park 3 Yuk!
• Gak Cuma Gunung Banyak, Kota Batu Juga Punya Rekomendasi Tempat Berburu Sunrise di Goa Pandawa
Dibanding 2018 lalu, ada 128.050 yang memadati Kota Batu.
Ia mengimbau wisatawan yang akan datang ke Kota Batu untuk memanfaatkan jalur alternatif agar terhindar macet.
Beberapa jalur alternatif itu di antaranya, Jalan Raya Tlekung dan jalur Karangploso.
Dyana juga menjelaskan, ada lima jalur alternatif yang dapat dilalui oleh wisatawan yang datang ke Kota Batu sebagai upaya menghindari kepadatan lalu lintas.
Jalur itu bisa melewati jalan masuk Desa Dadaprejo, Jalan Rajek Wesi masuk Desa Songgokerto atau biasa disebut kawasan Songgoriti.
• Peringatan Dini Cuaca di Pamekasan, Diprediksi Terjadi Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang
• Wali Kota Risma Imbau Warga Tak Gelar Konvoi saat Malam Tahun Baru, Ingatkan Soal Insiden Kecelakaan
Lalu, ada jalan satu arah masuk Jalan Bromo dan Semeru atau biasa disebut dengan Jalan Brosem.
Sedangkan untuk jalur keluar Kota Batu bisa melalui Jalan Wukir, Kelurahan Temas.
Selain itu, juga ada jalur keluar masuk Kota Batu yakni di jalan dari arah Karangploso menuju Desa Giripurno dan nanti akan melewati simpang 3 bendo menuju Kota Batu.
"Khusus di Jalan Rajakwesi arah masuk Desa Songgokerto, kendaraan besar dan bermuatan berat seperti bus, truk pengangkut barang," ucap dia.
"Serta beberapa kendaraan bermuatan lainnya tidak diperbolehkan melewati jalan tersebut," pungkasnya. (Benni Indo)
• Bidan Puskesmas Dibuntuti Dua Pria Bermotor saat Pulang Tugas, Langkahnya Dihentikan di Jalan Desa
• Tertangkap Basah Warga saat Beraksi, Maling Motor Ditinggal Teman Sendiri, Dapat Hadiah Timah Panas
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/volume-kendaraan-yang-melewatikota-batu.jpg)