Berita Pamekasan

Satpol PP Pamekasan Amankan Empat Pengamen Asal Sampang, Kerap Membuat Resah Pengendara

Bahkan, kerap kali juga Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kejar-kejaran dengan para pengamen tersebut karena dirasa mengganggu ketertiban umum.

TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Empat pengamen yang berhasil diamankan Satpol PP Pamekasan saat didata oleh petugas Satpol PP bagian Penegak Perda, Senin (6/1/2020) sore. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Hadirnya pengamen jalanan di sejumlah simpang empat lampu merah di wilayah Kabupaten Pamekasan, Madura kerap membuat pengguna jalan raya resah.

Bahkan, kerap kali juga Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kejar-kejaran dengan para pengamen tersebut karena dirasa mengganggu ketertiban umum.

Kali ini, Satpol PP berhasil mengamankan empat pengamen jalanan.

Empat pengamen tersebut berhasil diamankan di dua lokasi berbeda, yakni di simpang empat lampu merah Jalan Jokotole dan di Pasar Baru, Kecamatan Kota, Kabupaten Pamekasan, Senin (6/1/2020) sore.

Cara Licik Pegawai Restoran Berbuat Dosa Kepada Pelanggan di Toilet, Pakai Cara yang Tak Biasa

Keempat pengamen itu diamankan lantaran dianggap telah mengganggu aktivitas jalan lalu lintas di wilayah tersebut, sebab mereka kerap kali nakal mengamen.

Pelaksana Tugas (Plt) Kasatpol PP Pamekasan, Kusairi mengatakan, keempat pengamen itu diamankan pihaknya karena melanggar Perda Nomor 1 Tahun 2017 tentang Ketertiban dan Trantibum.

Selain itu, para pengamen tersebut juga melanggar Perda Nomor 3 Tahun 2019, tentang larangan untuk mengamen di tempat umum dan lampu stop khususnya di wilayah Kabupaten Pamekasan.

Kusairi juga mengutarakan, empat pengamen yang berhasil diamankan pihaknya tersebut berasal dari Desa Tanjung, Kabupaten Sampang.

"Para pengamen ini setelah kami data akan kami serahkan ke pihak Dinas Sosial untuk dikembalikan ke tempat asalnya," kata Kusairi saat ditemui TribunMadura.com di ruang kerjanya.

Lebih lanjut, Kusairi mengaku, ke depan pihaknya tidak akan main-main dengan para pengamen yang masih nakal tetap mengamen di lampu stop.

Ia menyebut sebagai penegak Perda tetap akan melakukan penindakan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Tidak hanya itu, Kusairi juga mengungkapkan, jika saat ini pihaknya sudah sudah membetuk Satgas Trantibum khusus untuk menegakkan Perda Nomor 3 Tahun 2019 tentang larangan mengamen di lampu stop.

"Apabila masih ada yang mengamen tolong beritahu kami, nanti akan kami tindak tegas. Kali ini saya tidak akan main-main dalam penegakan Perda di Kabupaten Pamekasan,” janjinya.

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved