Rabu, 15 April 2026

Kuliner Khas Madura

Mirip Nasi Campur, Nasi Serpang Bangkalan Madura Ngehit Diusung Culinary Journey East Java

Sekilas mirip nasi campur, Nasi Serpang Bangkalan Madura Ngehit Diusung Culinary Journey East Java

Penulis: Wiwit Purwanto | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNMADURA/WIWIT PURWANTO
Nasi Serpang kuliner khas Madura yang berasal dari Kabupaten Bangkalan yang lagi ngehit setelah diusung Sebagai Culinary Journey East Java ke -5. 

TRIBUNMADURA.COM - Nasi Serpang Bangkalan Madura, salah satu kuliner khas Madura yang berasal dari Kabupaten Bangkalan ini sekarang lagi ngehit.

Menu Nasi Serpang Madura ini menjadi hit karena diusung Sebagai Culinary Journey East Java ke -5.

Perjalanan kuliner dihadirkan di Accor lewat Culinary Journey. Program Culinary East Java ini adalah yang ke 5 kali digelar.

Pada Culinary Journey East Java, diikuti 10 Hotel Accor di Jawa Timur, di Grand Mercure Surabaya City.

“Kali ini mengangkat tema cita rasa pulau Madura, dengan menu Nasi Madura dan Wedang Kobbhu,” kata Suyadi Arry Nugroho Executive Chef Grand Mercure, Senin (13/01/2020).

Sekilas Nasi Serpang ini seperti Nasi Campur pada umumnya.

Namun Nasi Madura ini memiliki ciri khas, terutama pada penyajiannya yang menggunakan daun pisang dan perpaduan aneka lauk di dalamnya.

Rekomendasi Kuliner Enak di Kota Malang, Cobain Es Santan 68 yang Populer Sejak Tahun 1968

Kuliner Khas Madura Nasi Serpang dan Wedang Kobbhu Jadi Ikon Culinary Journey East Java 2020

Rekomendasi Wisata Kuliner di Magetan Jawa Timur, Cobain Nasi Pecel Bu Parti, Dikenal Sejak 1950

Butuh Telaten dan Sabar Untuk Olahan Lauk Nasi Serpang Madura, Slow Cooking

Sebuah kuliner dengan kekhasan daerah yang kental membutuhkan pengorbanan untuk mengolahnya.

Seperti halnya memasak dan menyiapkan menu Nasi Serpang khas Bangkalan Madura.

Karena sebagian besar lauknya memakai dagin jerohan sapi maka butuh kesabaran saat memasaknya.

“Jadi daging jerohan sapi seperti usus, babat, paru ini kan alot (keras), maka merebusnya butuh waktu lama agar teksturnya bisa lembut,” kata chef Suyadi Arry Nugroho Executive Chef Grand Mercure, Senin (13/01/2020).

Secara tradisional dulu memang harus dimasak sekitar 3 sampai 4 jam untuk membuat daging jerohan itu empuk.

Tapi kalau sekarang bisa menggunakan panci presto sekitar 1 jam an untuk memasakn daging jerohan ini.

Setelah itu membuat serundeng, lalu sambal bawang sebagai pasangannya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved