Berita Surabaya
Siswa SD Surabaya Ngelem usai Putus Cinta di Medsos, Risma Datangi Sekolahnya, Reaksinya Tak Terduga
begitu mendengar siswa SD Surabaya Ngelem usai putus cinta di medsos, Wali Kota Risma langsung mendatangi sekolahnya, simak reaksinya yang tak terduga
Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Pengaruh buruk media sosial ( medsos ) terhadap anak Surabaya menjadi salah satu sorotan utama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini alias Risma.
Karena tak jarang pengaruh media sosial memicu terjadinya kenakalan remaja di kalangan para siswa.
Untuk itu, begitu mendengar ada salah satu siswa terkena razia Satpol PP Surabaya karena ngelem, gara-gara putus cinta di media sosial, Risma langsung mendatangi sekolah asal siswa tersebut, yakni SDN Krembangan Selatan 3 Surabaya .
Hal itu dilakukan, karena Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyadari, bahwa tak jarang kenakalan remaja karena dipengaruhi pemanfaatan kemajuan teknologi yang salah.
Hal itu diungkapkan Risma, ditemui usai memberikan arahan kepada siswa di SDN Krembangan Selatan 3 Surabaya, Rabu (15/1/2020).
"Saya juga kirim surat ke Kominfo untuk block yang memang situs-situs itu," kata Risma.

Risma memang menaruh perhatian betul kepada anak Surabaya.
Salah satu contohnya, saat di SDN Krembangan Selatan 3 Surabaya itu, dirinya memberikan pengarahan secara langsung.
Ini dilakukan, lantaran beberapa waktu lalu terdapat siswa Surabaya yang terkena razia Satpol PP saat kedapatan ngelem.
Setelah ditelusuri, siswa yang ngelem itu mengaku lantaran habis putus cinta di media sosial.
Penggunaan medsos yang salah, diakui Risma dapat berpengaruh buruk terhadap anak.
Seperti halnya, mereka dapat melakukan hal-hal negatif lantaran pengaruh buruk dari penggunaan medsos yang salah itu.
Sebab itu, saat pengarahan di hadapan para siswa itu, Risma meminta mereka meningkatkan belajar dari pada berbuat negatif yang bisa merusak mereka.
Saat pengarahan itu pula, Risma meminta agar para siswa berteman dengan sebaya.
"Makanya tadi saya jelaskan, bahwa yang kelihatan temen-temen yang kelihatan ini loh yang nyata, yang itu (di medsos) belum tentu nyata itu kan saya jelaskan," terang Risma.
