Berita Tuban

Nyambi Jadi Kurir Pil Dobel L, Nelayan Diberi Upah Rp 150 Ribu Tapi Aksinya Berakhir di Penjara

Nelayan asal Kabupaten Tuban itu mendapat upah sebagai pengantar Rp 150 ribu untuk 1000 butir pil dobel L.

Nyambi Jadi Kurir Pil Dobel L, Nelayan Diberi Upah Rp 150 Ribu Tapi Aksinya Berakhir di Penjara
TRIBUNMADURA.COM/M SUDARSONO
GAS (kiri) tunjuk tangan saat namanya disebut, nelayan yang juga nyambi kurir pil dobel L ditangkap Satreskoba Polres Tuban. 

Nelayan asal Kabupaten Tuban itu mendapat upah sebagai pengantar Rp 150 ribu untuk 1000 butir pil dobel L

TRIBUNMADURA.COM, TUBAN - Seorang nelayan asal Kabupaten Tuban harus mendekam di penjara setelah tertangkap tangan membawa ribuan butir pil dobel L.

Pria tersebut diketahui berinisial GAS (25), warga Desa Glodog, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban.

Dia ditangkap petugas Satreskoba Polres Tuban di sebuah jembatan penghubung Palang-Tuban, tepatnya di Desa Kradenan.

Sempat Beri Pengakuan Mengejutkan ke Orang Tua, Warga Jember Akhiri Hidup di Kandang Belakang Rumah

Gugup Diciduk Polisi, Pengecer Pil Dobel L Antar Kota Berniat Buang Barang Bukti dari Saku Celananya

RSUD Dr Soetomo Surabaya Disebut sedang Merawat Pasien Korban Virus Corona, Dirut Beri Reaksi Begini

Kepada petugas, pelaku mengaku mendapat upah sebagai pengantar Rp 150 ribu untuk 1000 butir pil dobel L.

Namun, GAS membawa 10 ribu butir, yang jika diakumulasikan mendapat Rp 1,5 juta dari jasa antarnya tersebut. 

"Upahnya Rp 150 ribu per 1000 butir pil dobel L," ujarnya kepada wartawan di Mapolres Tuban, Minggu (26/1/2020).

Dia mengaku tak menyangka jika apa yang dilakukan akan berbuah pidana.

Padahal saat berada di lokasi untuk mengantarkan barang terlarang tersebut, GAS juga belum sempat bertemu dengan orang yang dimaksud.

Ia lebih dulu petugas polisi mencokoknya dengan barang bukti yang ada, yaitu 10 ribu butir pil dan 2 buah kresek hitam.

Gaya Hidup dan Faktor Ekonomi Dominasi Faktor Penyebab Banyaknya Angka Perceraian ASN di Bangkalan

Binmas Polres Pamekasan Ajak Forum Mahasiswa dan Pemuda Kadur untuk Tangkal Informasi Hoaks

"Saya tidak sempat ketemu dengan orang yang dimaksud oleh yang menyuruh," ucapnya.

Kapolres Tuban, AKBP Nanang Haryono menyatakan, pihaknya saat ini masih melakukan pengembangan atas kasus tersebut.

Berdasarkan keterangan, pelaku sudah dua kali bertugas mengantarkan barang haram tersebut.

"Masih kita kembangkan kasusnya, termasuk siapa yang menyuruh," kata AKBP Nanang Haryono.

"Pelaku kita jerat UU 36 tahun 2009 tentang Kesehatan ancaman hukuman 15 tahun penjara," pungkasnya.(nok)

Rekam Jejak Karier Legenda Basket Kobe Bryant, Masuk All-Star Termuda hingga Penghargaan MVP NBA

Penulis: Mohammad Sudarsono
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved