Berita Tulungagung

Warung Kopi di Tulungagung Diduga Buka Layanan Prostitusi, Pemiliknya Ternyata Seorang Kakek

Seorang kakek di Kabupaten Tulungagung diduga menyediakan layanan esek-esek di Warung Kopi miliknya.

benfieldlegal.com
Ilustrasi - Warung Kopi di Tulungagung Diduga Buka Layanan Prostitusi, Pemiliknya Ternyata Seorang Kakek 

Seorang kakek di Kabupaten Tulungagung diduga menyediakan layanan prostitusi di Warung Kopi miliknya

TRIBUNMADURA.COM, TULUNGAGUNG - Polsek Ngantru meringkus seorang kakek bernama  Wijiman (65).

Kakek dengan pembawaan kemayu ini diduga menyediakan layanan prostitusi di Warung Kopi miliknya di Desa Bendosari, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung.

Kapolsek Ngantru, AKP Puji Widodo mengatakan, ada aduan dari masyarakat terkait aktivitas prostitusi di Warung Kopi milik Wijiman.

BERITA TERPOPULER MADURA - Penggerebekan Rumah Warga Pamekasan hingga Polemik Nelayan Sumenep

Harga Bawang Putih di Sampang Madura Tembus hingga Rp 60.000/kg, Disperindag Beri Penjelasan

Terperosok di Kamar Mandi, Nenek di Malang Meregang Nyawa Jatuh ke Bantaran Sungai Belakang Rumah

"Dia menyediakan tempat untuk berbuat mesum," kata AKP Puji Widodo, Rabu (12/2/2020).

"Selain itu ada pelayan warkop miliknya yang juga melayani tamu," sambung dia.

AKP Puji Widodo menambahkan, berbekal informasi dari masyarakat, pihaknya melakukan pemantauan.

Personil Unit Reskrim kemudian melakukan penangkapan saat pelayan warkop usai melayani tamu, , Selasa (11/2/2020).

Polisi menyita uang Rp 60.000 dari hasil kegiatan prostitusi ini.

"Hanya ada satu pelayan Warkop yang memberikan layanan plus-plus," ungkap dia.

"Pemilik warung juga sudah mengakui ada aktivitas prostitusi di tempatnya," sambung Widodo.

Warga Pamekasan Diminta Lakukan Pengisian Sensus Penduduk hingga Akhir Maret, Simak Registrasinya

Peserta CPNS 2019 Tak Lulus Passing Grade Tes SKD Jangan Sedih, Ada Kabar Baik dari BKN soal Tes SKB

Wijiman telah dibawa ke Mapolsek Ngantru untuk dimintai keterangan.

Namun ia tidak ditahan, dengan alasan kemanusian, yang bersangkutan sudah sepuh.

Selama pemeriksaan Wijiman bersikap kooperatif.

Namun, polisi mempertimbangkan akan menyelesaikan masalah ini lewat jalur Alernative Dispute Resolution (ADR).

"Kalau kita tanya jawabnya, maaf ya, seperti bolot gitu. Jadi malah menimbulkan gelak tawa," ucap Widodo.

ADR adalah penyelesaikan kasus di luar jalur hukum.

Langkah ini karena pertimbangan kemanusian, karena kondisi Wijiman yang sudah sepuh.

Dikhawatirkan kondisinya akan memburuk jika dipaksanakan untuk menjalani proses hukum. (David Yohanes)

Meski Belum Ikut Tes SKD, Belasan Peserta CPNS 2019 di Tulungagung Dinyatakan Gagal, Ini Penyebabnya

Bus Persela Lamongan Kecelakaan Sepulang Laga Perdana Piala Gubernur Jatim, Begini Keadaan Pemainnya

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved