Berita Pamekasan

Band Nato Bentukan Lapas Kelas IIA Pamekasan, Personel Barisan Napi dan Petugas Lapas yang Eksis

Pelatih Band Nato, sekaligus Staf Binadik Lapas Kelas IIA Pamekasan, Helen Mustika Nintias mengatakan, grup Band Nato bentukan Lapas Kelas IIA Pamekas

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Para personel Band Nato bentukan Lapas Kelas IIA Pamekasan, Madura, Kamis (20/2/2020). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kabupaten Pamekasan, Madura dikenal sebagai Lapas yang menerapkan pola pesantren terpadu sebagai bentuk pembinaan kepada para Narapidana atau warga binaan di Lapas tersebut.

Tidak hanya soal keagamaan, kreativitas napi juga terasah dalam bidang lain salah satunya bermusik. 

Di Lapas Kelas IIA Pamekasan tersebut, terdapat gurp band yang sangat menonjol, yakni grup Band Nato (Napi Tobat) yang seluruh personelnya merupakan gabungan petugas Lapas dan napi.

Pelatih Band Nato, sekaligus Staf Binadik Lapas Kelas IIA Pamekasan, Helen Mustika Nintias mengatakan, grup Band Nato bentukan Lapas Kelas IIA Pamekasan ini terdiri dari lima anggota. 

Empat anggota dari napi narkoba dan satu anggota dari petugas Lapas kelas IIA Pamekasan.

Munurut Helen, terbentuknya band itu berawal dari ide para napi yang sebelum tersandung kasus hukum mereka adalah pemain band. 

Kreativitas itu kemudian disalurkan dengan membentuk band.

"Ketika mereka di luar sudah biasa bermusik, karena di dalam lapas itu bukan berarti mereka harus kehilangan kreativitasnya maka terbentuk band ini dengan anggota 5 personel dan latihan seminggu duau kali," ujarnya.

Selain itu, Helen juga mengutarakan, mengenai perlengkapan alat band, semua sudah disediakan oleh pihak Lapas Kelas IIA Pamekasan.

Para napi ini, kata dia, hanya tinggal melakukan latihan saja secara rutin untuk tetap bisa mengasah kreativitasnya.

Sementara Kalapas Pamekasan, Hanafi mengatakan, kolaborasi petugas Lapas dan napi memberikan warna sendiri dalam musik yang dibawakan. 

Menurutnya, dibentuknya Band Nato tidak hanya sekadar menjaga dan menggali kreativitas para napi.

Band Nato ini kata dia, juga menggambarkan eratnya rasa kekeluargaan antar petugas lapas dan napi binaan.

"Ada waktu dimana kita tegas menegakkan aturan, ada waktu dimana kita seperti bapak asuh, kakak asuh ke para napi di Lapas ini," katanya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved