Berteman dengan Bandar Narkoba di Penjara, Pegawai Hotel Ini Malah Jadi Pengedar Sabu di Surabaya

Seorang pegawai hotel di Surabaya kembali harus berurusan dengan penegak hukum lantaran terlibat kasus narkoba.

Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNMADURA.COM/FIRMAN RACHMANUDIN
Kepala BNNK Surabaya AKBP Kartono (kanan) menunjukkan tersangka dan barang bukti sabu. 

Berteman dengan Bandar Narkoba di Penjara, Pegawai Hotel Ini Malah Jadi Pengedar Sabu di Surabaya

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Seorang pegawai hotel di Surabaya kembali harus berurusan dengan penegak hukum lantaran terlibat kasus narkoba.

Padahal, pria bernama Datuk (34) warga Jalan Simorejo itu barus saja menghirup udara bebas sejak sembilan bulan lalu.

Ia kembali dibekuk oleh BNNK Surabaya, Senin (17/2/2020) lantaran simpan sabu seberat 9,09 gram.

Saat ditangkap sebelumnya, Datuk pernah berada satu kamar dengan seorang bandar narkoba berinisial ED.

Dorong Napi Tobat, Lapas Pamekasan Galakkan Rehabilitasi Napi Narkoba Melalui Berbagai Inovasi

Lapas Kelas IIA Pamekasan Launching Program Rehabilitasi Medis Adiksi Narkoba, Ajak Berantas Narkoba

Pernah Diundang Diskusi Bahaya Narkoba, Lucinta Luna Kini Ditangkap Atas Kasus Dugaan Penyalahgunaan

Dari ED inilah, Datuk mendapat suplai barang berupa narkotika untuk diedarkan setelah keluar dari penjara.

Kepala BNNK Surabaya AKBP Kartono menjelaskan, penangkapan terhadap tersangka Datuk dilakukan setelah anggotanya membekuk dua anak buahnya yakni Iwan (25) warga Jl Krembangan dan Mohammad (40) warga Jl Karang Tembok, yang berperan sebagai kurir, dimana dari keduanya ditemukan barang bukti masing masing 4 gram dan 3 gram.

"Berawal dari penangkapan terhadap IW dan MH, dari pengembangan mengarah kepada tersangka DAT, dimana dalam penggeledahan ditemukan barang bukti sabu seberat 9,09 gram," terang Kartono.

Petugas yang mendapati catatan laporan penjualan, melakukan intrograsi sehingga didapat nama tersangka Hajir (24) warga jalan Keputran Kejambon dimana dalam penggeledahan dirumahnya petugas mendapati barang bukti sabu seberat 100 gram.

"Di rumah tersangka HJR kami dapatkan barang bukti 100 gram. Tersangka ini merupakan anak buah DAT, yang berperan sebagai kurir dan gudang penyimpanan," tambah Kartono.

Saat itulah, petugas langsung melakukan pengembangan terhadap atasan para kurir tersebut yakni Datuk.

Di hadapan petugas, tersangka Datuk mengaku sejak bebas menjalani hukuman, dirinya sudah enam kali menerima barang dari ED masing masing seberat 100 gram.

Sabu itu kemudian di pecah kepada tiga kurirnya untuk dikirim kepada pemesan yang sudah berkomunikasi dengan ED maupun dirinya via telepon.

"Sudah enam kali ini saya menerima barang, turunnya 100 gram. Lalu saya kirim kepada pemesan tergantung perintahnya dia (ED)," terang Datuk yang mengaku mendapat upah Rp 1,5 juta.

Untuk melakukan pengembangan, petugas masih melakukan koordinasi dengan pihak Dirjen Kemenkumham dan Lapas tempat diduganya terpidana ED ditahan.

Penulis : Firman Rachmanudin

Editor : Sudarma Adi 

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved