Hari Keempat Puasa Rajab, Berikut Menu Buka Puasa ala Rasulullah di Bulan Rajab yang Penuh Berkah

Puasa Rajab baiknya diikuti dengan amalan-amalan lain agar penuh keberkahan. Salah satunya bisa dengan berbuka puasa berdasar anjuran Rasulullah SAW.

freepik.com
Ilustrasi - Menu buka puasa ala Rasulullah SAW untuk puasa di bulan Rajab 

Sebelum melaksanakan sholat Maghrib hendaknya memakan makanan yang manis-manis seperti kurma, kolak, es buah atau yang lainnya.

Sedangkan untuk makanan berat seperti nasi dan lauk pauk dianjurkan untuk dimakan setelah melaksanakan sholat Maghrib.

Hal ini dikarenakan agar tubuh tidak kaget dalam menerima asupan makanan, sehingga proses pencernaan bisa berjalan dengan lancar.

Puasa Rajab Baik Ditunaikan, Tapi Ustaz Abdul Somad Permasalahkan Ini, Tak Boleh Khususkan 4 Hal

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam sajian menu berbuka puasa

Ilustrasi - Puasa Senin Kamis di Bulan Rajab
Ilustrasi - Puasa Senin Kamis di Bulan Rajab (freepik.com)

Dilansir dari dalamislam.com, berikut ini hal-hal yang harus diperhatikan dalam sajian menu berbuka puasa.

Untuk mempersiapkan menu sajian berbuka puasa ada baiknya jika Anda tidak hanya memperhatikan rasa tau kelezatannya saja, namun juga memperhatikan bagaimana sajian menu berbuka puasa yang baik untuk dikonsumsi.

Tidak jarang, orang-orang yang berpuasa karena telah menahan rasa lapar tidak begitu memperdulikan makanan apa yang akan dikonsumsinya. Ketika mereka lapar, makanan apapun bisa masuk padahal dalam pertimbangan kesehatan kurang baik.

4 Amalan Mulia Bagi Umat Muslim di Bulan Rajab Mulai Selasa Besok: Berpuasa hingga Perbanyak Zikir

Berikut adalah hal-hal yang harus dipertimbangkan ketika akan membuat sajian menu berbuka puasa:

Energi atau Kalori

Energi atau kalori ini juga harus diperhatikan karena sangat berhubungan erat dengan kembalinya energi dalam tubuh.

Makanan yang manis sangat diutamakan karena mengandung gula yang bisa memulihkan kembali energi.

Hal ini penting, karena setelah bebruka puasa harus melaksanakan ibadah lainnya seperti shalat magrib, isya, dan tarawih (saat puasa di bulan Ramadhan).

Jumlah energi tidak perlu terlalu banyak, disesuaikan dengan kebutuhan tubuh.

Menu yang ringan terlebih dahulu

Sebaiknya tidak langsung memakan yang berat-berat terlebih dahulu seperti nasi, gorengan, lauk pauk yang sulit dicerna tubuh.

Tubuh selama berpuasa kosong dari makanan sehingga butuh waktu metabolisme tubuh dan proses mencerna dengan baik kembali.

Jika langsung memakan-makanan yang berat maka akan malah sulit dicerna dan tubuh kelelahan yang mengakibatkan mudah mengantuk dan lemas.

Fadhilah atau Keutamaan Puasa Rajab 10 Hari Penuh, Berikut Niat Puasa Rajab dan Amalan Sunnah

Tidak langsung banyak melainkan dicicil

Alangkah baiknya pula jika memakan makanan yang dicicil tidak langsung banyak.

Hal ini membuah tubuh kita kembali energi perlahan tidak langsung naik dan kaget.

Untuk itu bisa anda siasati dengan memakan sajian yang ringan terlebih dahulu baru makan-makanan yang berat setelah selesai shalat magrib atau isya.

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Menu Buka Puasa ala Rasulullah di Bulan Rajab yang Penuh Berkah

Penulis: Hanin Fitria

Editor: Yoseph Hary W

Penulis: Ficca Ayu Saraswaty
Editor: Mujib Anwar
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved