Breaking News:

Berita Sumenep

Bom Ikan Marak Terjadi di Wilayah Kepulauan Sumenep, Nelayan Tuding Ada Main Mata Pelaku dan Polisi

Para nelayan Pulau Sapeken Kabupaten Sumenep mengaku resah dengan ulah nelayan yang menangkap ikan menggunakan bahan peledak atau bom ikan .

650keni.iheart.com
ilustrasi - Bom Ikan Marak Terjadi di Wilayah Kepulauan Sumenep, Nelayan Tuding Ada Main Mata Pelaku dan Polisi 

Para nelayan Pulau Sapeken Kabupaten Sumenep mengaku resah dengan ulah nelayan yang menangkap ikan menggunakan bahan peledak atau bom ikan

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak (bom ikan) di Pulau Sapeken, Kabupaten Sumenep, masih marak dilakukan para nelayan.

Data yang dihimpun TribunMadura.com, Polsek Sapeken diduga terima uang suap dari pengusaha bom ikan setiap bulannya agar tetap lancar dalam melakukan operasi itu

"Mana ada mereka (Polisi) patroli?" kata warga Pulau Sapeken berinisial M, Rabu (4/3/2020).

Begini Cara Mudah Mengecek Ranking Hasil Tes SKD CPNS 2019, Bisa Lanjut ke Tes SKB Jika Lolos

Info Pengumuman Hasil Tes SKD CPNS 2019, Simak Jadwal Pelaksanaan Tes SKB Selengkapnya di Sini

Enam Nelayan yang Tangkap Ikan Pakai Bahan Peledak di Pulau Sapeken Sumenep Diduga Disembunyikan

Perahu nelayan yang meledak saat melakukan bom ikan di laut pulau Sapeken, Sumenep Madura.
Perahu nelayan yang meledak saat melakukan bom ikan di laut pulau Sapeken, Sumenep Madura. (Kolase TribunMadura.com (Sumber: istimewa))

"Mereka terima fee (uang) dari pengusaha ikan hasil bom ikan dan potasium. Pengusaha itu urunan setiap bulan untuk disetor," sambung dia.

Terbanyak, kata M, penangkapan ikan menggunakan bom ikan dilakukan di Desa Tanjung kiawok dan Desa Saseel.

"Desa lain yang alat tangkap nelayan tradisional ini juga merasa resah dengan bom ikan itu," ungkap dia.

"10 tahun sudah belum ada yang berani sentuh persoalan ini," tambahnya.

Menurut dia, setiap nelayan yang menggunakan kompresor saat melaut, dipastikan sudah bawa alat potasium.

"Jika nelayan pake kompresor saat melaut, maka ada dua indikasi dia mengunakan potasium atau bom ikan," katanya.

Saat dikonfirmasi kabar itu, Kapolsek Sapeken, Iptu Karsono membantah dugaan jika pihaknya menerima uang suap dari nelayan bom ikan untuk pelicin.

"Tidak ada, saya yakin sepeser pun tidak ada," kata Iptu Katsono.

Iptu Karsono menengaskan, pihaknya tidak pernah menerima uang suap dari bos nelayan bom ikan setiap bulannya sebagai pelicin hukum.

"Saya yakin tidak ada, kalau ada suruh menghadap saya orang itu," tegasnya.

Masker di Pamekasan Madura Langka, Laris Diserbu Warga untuk Antisipasi Penyebaran Virus Corona

Info Pengumuman Hasil Tes SKD CPNS 2019 di Sampang, Simak Jadwal Pelaksanaan Tes SKB di Sini

Pengumuman Hasil Tes SKD CPNS 2019 di Pamekasan, Peserta yang Dinyatakan Lolos Bisa ke Tahap Tes SKB

Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved