Breaking News:

Berita Sampang

Tingkatkan Geliat Literasi di Sampang, DPMD Arahkan 140 Desa Membentuk Perpustakaan Desa

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) akan melakukan pengarahan terhadap 140 Kepala Desa untuk membentuk Perpustakaan Desa (Perpusdes).

TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sampang, Malik Amrullah. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG – Upaya meningkatkan literasi bagi masyarakat desa di Kabupaten Sampang, Madura perlu ditingkatkan.

Pasalnya jumlah desa yang sudah memiliki Perpustakaan Desa (Perpusdes) di Kota Bahari sangat minim, terbukti saat ini desa yang memiliki Perpusdes tidak mencapai separuh dari jumlah desa yang ada.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sampang, Malik Amrullah mengatakan, dari tahun 2019 kemarin, tercatat ada 40 desa yang sudah membentuk Perpusdes, sedangkan jumlah desa di Sampang sebanyak 180 desa.

Berstatus Tim Promosi, Persiraja Banda Aceh Bertekad Lanjutkan Tren Positif di Liga 1 2020

Kecelakaan Bus Vs Truk di Tol Madiun-Ngawi Akibatkan 2 Orang Tewas, Polisi: Jangan Sepelekan Kantuk

Jadi Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas, Bupati Pamekasan Apresiasi Komunitas Master Max Community

Sehingga, pada tahun 2020,  Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) akan melakukan pengarahan terhadap 140 Kepala Desa untuk membentuk Perpustakaan Desa (Perpusdes).

“Insyallah untuk desa yang belum, pada tahun ini akan menganggarkan pembentukan Perpustakaan Desa (Perpusdes)  dengan menggunakan dana desa,” ujarnya kepada TribunMadura.com, Minggu (8/3/2020).

Namun, pihaknya menekankan kepada Perangkat Desa untuk memperhatikan jenis buku yang akan diadakan.

Sebab, Pemerintah Daerah menginginkan pada setiap buku yang tesusun di rak buku merupakan buku yang mampu memberikan dampak pemberdayaan masyarakat.

Malik Amrullah menyebutkan, contoh buku tersebut semacam pengolahan hasil bercocok tanam masyarakat desa untuk dijadikan produk unggulan desa.

“Misalnya singkong, yang dikemas menjadi krepek singkok (keripik singkong) yang memiliki nilai jual yang lebih tinggi,” tuturnya.

Viral Video TKI Korsel Tahu Istri Selingkuh Hancurkan Rumah di Ponorogo, Padahal 15 Tahun Menikah

Penyebab Kecelakaan Bus Wisata SMK Muhammadiyah Vs Truk Kemiri di Tol Madiun-Ngawi Tewaskan 2 Orang

Bikin Pomade Berbahan Alami, Pengusaha Muda Pamekasan Reynaldi Kini Raup Omzet Puluhan Juta Rupiah

Di sisi lain, pihaknya juga menjanjikan suatu pelatihan bagi masyarakat desa yang sudah membaca buku yang dimaksudnya, terlebih masyarakat memintanya.

“Kita juga akan datangkan untuk praktek pemberdayaan krepek singkong,” ucap Malik Amrullah.

Malik Amrullah menambahkan, selain buku semacam pengolahan hasil masyarakat desa, pihaknya juga menekankan untuk memberikan jenis buku tentang kesehatan bagi masyarakat.

“Termasuk jenis buku tentang pendidikan,” tutupnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved