Rabu, 22 April 2026

Antisipasi Virus Corona di Madura

UPDATE Virus Corona di Sumenep 26 Maret 2020: 1.485 ODR dan 20 ODP

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep, Edy Rasiyadi menyebutkan, ada 1.485 orang masuk dalam kategori Orang Dalam Risiko (ODR) Covid-19.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Elma Gloria Stevani
Shutterstock
Ilustrasi: perawatan pasien positif terinfeksi virus corona 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep, Edy Rasiyadi menyebutkan, ada 1.485 orang masuk dalam kategori Orang Dalam Risiko (ODR) Covid-19 di ujung timur Madura.

Data ini tercatat, pada pukul 07.00 WIB hari Kamis (26/3/2020).

Sementara untuk jumlah data Orang Dalam Pemantauan (ODP) ada 20 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan pasien positif covid-19 tidak ada.

Edy Rasiyadi mengatakan, banyaknya jumlah data ODR ini karena banyaknya warga Sumenep yang ada di luar daerah pulang kampung.

Tempat Wisata Pantai Jumiang di Pamekasan Sudah Tutup Sejak Empat Hari Lalu Akibat Virus Corona

Bocoran Mantan Pasien Covid-19 Soal Obat yang Bisa Cegah Virus Corona, Anang: Masyarakat Harus Tahu!

Putus Rantai Penyebaran Corona, Pengelola Pantai Talang Siring Tutup Sementara Tempat Wisata

"Bertambahnya status ODR ini karena banyak warga yang ada di luar daerah seperti Jakarta pulang kampung," kata Edy Rasiyadi.

Pemerintah untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 ini katanya, saat ini sudah menyiapkan tim gabungan dari Dinas Kesehatan (Dinkes), Polri, TNI dan pihak terkait di Terminal Arya Wiraraja Sumenep.

Setiap penumpang atau warga yang baru datang dari zona merah seperti Jakarta katanya, maka langsung disemprotkan cairan disinfektan oleh petugas tim covid-19.

"Tim siaga selama 24 jam di terminal dan tempat lain, warga yang datang dari luar langsung disemprot dengan cairan disinfektan," katanya.

Edy Rasiyadi berharap, warga Kabupaten Sumenep yang ada di luar daerah untuk sementara waktu tidak pulang kampung dulu untuk sementara.

Tapi pihaknya berharap, warga tetap harus menjaga kondisi kesehatannya agar tidak terserang Covid-19 itu.

"Kami tidak bisa menghalangi mereka pulang, tapi kami hanya berharap saja. Kalau terpaksa harus pulang, maka ya tolong jaga kesehatan di jalan agar tidak membawa virus corona ke Kabupaten Sumenep," katanya.

BREAKING NEWS: Tempat Wisata dan Hiburan di Pamekasan Tutup Sementara Guna Antisipasi Virus Corona

Persesa Sampang Kembali Datangkan Tiga Pemain Luar Daerah untuk Ikuti Seleksi Liga 3 2020

Cegah Penyebaran Corona, Polres Pamekasan Semprot 6.000 Liter Cairan Disinfektan di Jalan Raya

Untuk diketahui sebelumnya, Bupati Sumenep, Abuya Busyro Karim meminta agar warga Sumenep yang saat ini merantau ke luar daerah maupun luar negeri untuk sementara tidak pulang kampung mengingat terjadinya pandemi virus corona atau Covid-19.

Warga Kabupaten Sumenep kata Abuya Busyro karim, yang merantau cukup banyak jumlahnya. Dan bahkan sudah tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Bahkan tak terkecuali juga di luar negeri.

"Nah, maka dari itu kami berharap mereka itu untuk sementara tidak pulang kampung," kata Abuya Busyro Karim pada hari Selasa (24/3/2020) lalu.

Tujuan atau maksud dari imbauan itu menurutnya, agar para perantau itu tidak pulang kampung dengan semata - mata hanya didasari keinginan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau covid-19.

"Ini memang sekedar harapan dari kami pemerintah daerah, karena kami tidak mungkin melarang mereka yang saat ini ada di luar daerah untuk pulang ke rumahnya. Tetapi alangkah lebih baiknya kalau para perantau bisa mendengarkan himbauan ini," katanya.

Bilik Sterilisasi Bakal Disebar di Sejumlah Ruang Publik dan Kelurahan untuk Cegah Penyebaran Corona

Sinopsis Film Freelancers, Kisah Anak dari Polisi yang Dibunuh, Tayang di Trans TV Pukul 00.00 WIB

Sinopsis Film Resident Evil: The Final Chapter, Akhir Petualangan Alice Membasmi Zombie

Gejala virus corona

Sejak diumumkan pertama kali pada awal Maret 2020 lalu, kasus virus corona di Indonesia semakin bertambah.

Hingga Sabtu (21/3/2020) sore ini, ada sebanyak 450 kasus pasien Covid-19 atau positif virus corona.

Penyebaran virus corona di Indonesia kian meluas seiring waktu.

Seseorang yang terinfeksi virus corona umumnya akan mengeluarkan sejumlah gejala.

Gejala yang paling umum dirasakan penderita virus corona di antaranya demam, batuk, hingga sesak napas.

Namun, ada juga sejumlah penderita yang tidak menunjukan gejala penularan virus corona.

Gejala seorang terinfeksi virus corona akan terlihat dari hari pertama hingga beberapa hari setelah tertular.

Apa saja ya gejala seorang yang terinfeksi virus corona?

 

Bentuk virus Corona di mikroskop
Bentuk virus Corona di mikroskop (Sumber: NIAID-RML)

Edukasi terkait ciri-ciri, gejala, hingga pencegahan virus corona, yang sebaiknya diketahui lebih dini oleh masyarakat.

Agar setiap individu dapat membatasi diri atau melakukan social distancing measure demi mencegah persebaran virus corona.

Dikutip dari World Health Organization (WHO), ciri-ciri seseorang terinfeksi virus corona mulai dari, batuk, sesak napas, hingga kesulitan bernapas.

Pada gejala yang lebih parah bisa menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, hingga gagal ginjal.

Mengutip dari Business Insider, dalam sebuah studi dilakukan terhadap 10 pasien di rumah sakit Zhongnan, Universitas Wuhan.

Dalam studi tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi pola khas dari gejala virus corona pada setiap individu.

Gejala yang sama dialami oleh pasien adalah demam dengan suhu yang tinggi mencapai 99 persen.

Sementara itu, lebih dari setengahnya mengalami batuk kering.

Sepertiga dari jumlah tersebut juga ada yang mengalami nyeri otot dan kesulitan bernapas.

ILUSTRASI Social Distancing - Social distancing adalah cara terbaik untuk mencegah penyebaran virus corona, menurut para ahli.
ILUSTRASI Social Distancing - Social distancing adalah cara terbaik untuk mencegah penyebaran virus corona, menurut para ahli. (www.ucsf.edu)

Penelitian lain yang dilakukan oleh Pusat Pengendalian Penyakit China yang menunjukkan, sekitar 80 persen kasus virus corona ringan.

Sementara, 15 persen pasien menderita kasus yang parah, dan 5 persen menjadi sakit kritis.

Untuk lebih mudah dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait gejala yang ditimbulkan oleh infeksi virus corona, simak ciri-ciri yang ditimbulkan dari hari ke hari.

Kenali ciri-ciri virus corona yang dapat dirasakan dari hari ke hari, simak berikut ini.

Hari Pertama

Seseorang yang terinfeksi virus corona akan mengalami demam.

Tubuh juga mulai merasakan kelelahan, nyeri otot, hingga batuk kering.

Beberapa di antaranya ada yang mengalami diare dan mual.

Beberapa pasien terkadang mengalami mual dan diare pada hari kedua setelah terinfeksi.

Hari Kelima

Di hari kelima, seseorang yang terinfeksi virus corona akan mengalami kesulitan bernapas.

Kondisi tersebut biasanya terjadi pada mereka yang berusia lanjut.

Atau beberapa di antaranya memiliki riwayat penyakit lainnya.

Hari Ketujuh

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Universitas Wuhan, pada hari ketujuh biasanya pasien mulai dirujuk ke rumah sakit.

Hari Kedelapan

Di hari kedelapan para pasien dengan kondisi parah, 15 persennya akan mengalami sindrom gangguan pernapasan akut.

Ada cairan yang telah memenuhi paru-paru.

Sering kali sindrom ini akan berakibat fatal.

Hari Kesepuluh

Pada hari kesepuluh, beberapa pasien mengalami gejala yang semakin memburuk.

Jika semakin memburuk pasien akan dibawa ke ICU.

Beberapa pasien mulai mengeluh gangguan di bagian perut.

Sementara itu, pasien juga mengalami kehilagan napsu makan.

Hari Ketujuh Belas

Pasien akan mengalami kondisi yang membaik setelah menjalani perawatan kurang lebih 2,5 minggu.

Biasanya pasien akan merasa sembuh dan keluar dari rumah sakit.

Cara Cegah Corona dengan Social Distancing

Dikutip Tribunnews dari Forbes, social distancing adalah strategi kesehatan publik untuk mencegah atau memperlambat penyebaran virus.

Seperti halnya dengan mengisolasi diri dan mengkarantina orang yang terinfeksi, Social Distancing menjadi metode yang pas untuk dilakukan dalam pencegahan corona.

Mulai dari tidak melakukan kontak dengan orang secara dekat.

Dikutip dari Kompas.com, ahli epidemiologi UC San Francisco Jeff Martin, MD, MPH, dan George Rutherford, III, MD, menjelaskan, social distancing adalah kunci hidup untuk beberapa waktu ke depan.

Dia menganjurkan untuk menghindari kontak dekat dengan orang lain untuk menghindari penangkapan virus sendiri dan untuk menghindari menularkannya.

Social distancing juga dapat secara efektif meluas ke tindakan pencegahan lingkungan.

Seperti mendisinfeksi permukaan yang sering disentuh yang mungkin menularkan virus, kata Martin.

Termasuk juga dengan menghindari pertemuan besar, naik transportasi umum, dan pergi ke retoran atau gym.

Seputar Virus Corona
Seputar Virus Corona (Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S)
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved