Berita Bangkalan
Pusaran Angin Puting Beliung Mendekati Jembatan Suramadu, Berpacu di Belakang Perahu Nelayan
Penampakan pusaran angin puting beliung direkam kamera ponsel warga dan nelayan asal Kabupaten Gresik di perairan Selat Madura.
Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Dwi Prastika
Ringkasan Berita:
- Pusaran angin puting beliung atau waterspout terlihat di Selat Madura dekat Jembatan Suramadu.
- BPBD Bangkalan jelaskan fenomena terbentuk dari awan cumulonimbus saat peralihan musim.
- Nelayan diimbau segera menepi karena waterspout berbahaya dan dapat terjadi secara tiba-tiba.
Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ahmad Faisol
TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN - Penampakan pusaran angin puting beliung direkam kamera ponsel warga dan nelayan asal Kabupaten Gresik di perairan Selat Madura, tepatnya di sisi timur Jembatan Suramadu, pesisir Kecamatan Labang dan Kwanyar, Bangkalan, Madura, Rabu (22/4/2026) siang.
Pusaran tersebut berpacu di belakang perahu nelayan.
Salah satu video bahkan menyajikan gerakan pusaran angin dengan latar belakang Jembatan Suramadu.
Beredar pula rekaman video dari kamera ponsel pengendara di Jembatan Suramadu yang merekam pusaran angin puting beliung.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan, Arif Rahman Surya Atmaja mengungkapkan, terjadinya fenomena di laut atau biasa disebut waterspout memiliki pola gerakan vertikal berbentuk corong spiral yang berputar kencang.
"Jadi bentuknya terhubung dari awan cumulonimbus ke permukaan air, diisebabkan karena fenomena pergantian dari musim hujan ke musim kemarau. Biasanya awan cumulonimbus tercipta karena adanya awan pekat berwarna hitam yang menyebabkan pusaran angin dan gelombang tinggi," ungkap Arif, Rabu (22/4/2026).
Anjurkan Nelayan Menepi
Catatan BPBD Kabupaten Bangkalan, angin puting beliung pernah terlihat di perairan sisi barat Selat Madura, di kawasan Pulau Karang Jamuang atau di sisi barat perairan Bangkalan yang berbatasan dengan Kabupaten Gresik pada tahun 2024 silam.
Baca juga: Kelas Ambruk Diterjang Hujan Angin, Siswa SDN Pangilen 1 Sampang Belajar Bergantian
"Dianjurkan kepada para nelayan ketika terjadi fenomena angin kencang atau angin puting beliung seperti itu, segera menepi karena sangat berbahaya," harap Arif.
Umumnya, pergerakan arah dari pusaran angin puting beliung itu mengikuti arah awan cumulonimbus. Sering kali pula lurus dengan gerakan secara perlahan atau tidak menetap di satu titik.
Pusaran angin puting beliung cepat terbentuk dan cepat hilang dengan kisaran durasi selama 5 menit hingga 10 menit.
Baca juga: Sejumlah Rumah dan Warung di Bondowoso Rusak Dilanda Angin Kencang, Pohon Tumbang Tutup Akses Jalan
Keberadaannya di tengah laut tentu saja menyedot air di bawahnya yang menyebabkan pusaran air secara intens di permukaan.
"Bisa saja menimpa permukiman pesisir seperti angin kencang yang sebelumnya pernah menghempas sebuah kafe di pesisir Kecamatan Labang," pungkas Arif.
angin puting beliung
Selat Madura
Jembatan Suramadu
Bangkalan
Kecamatan Labang
Arif Rahman Surya Atmaja
TribunMadura.com
Berita Bangkalan terkini
Tribun Madura
berita Madura terkini
| Siswa-Guru SMPN Blega Bangkalan Dilarikan ke Puskesmas Usai Mengeluh Pusing dan Muntah setelah Makan |
|
|---|
| Calon Mahasiswa Asal Papua Pilih UTM untuk UTBK, Peserta dari Sumenep Berangkat Jam 2 Dini Hari |
|
|---|
| Jelang Momen Hari Kartini, Pasutri Bangkalan Dianugerahi Kelahiran Bayi Cantik Kembar Tiga |
|
|---|
| Wabup Bangkalan Pimpin Sidak Rumah Makan Nunggak Pajak, PAD Pemkab Nol Setoran di Triwulan I |
|
|---|
| Belum Genap 6 Bulan di Taiwan, PMI Asal Bangkalan Meninggal di Mess Pabrik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/pusaran-angin-puting-beliung-di-perairan-Selat-Madura-ilustrasi-waterspout-di-selat-madura.jpg)