Pengamen Ditabrak Kereta Api

Kronologi Pengamen Surabaya Ditabrak Kereta Api, Diduga Sempat Bercanda Tapi Malah Lakukan Hal ini

Petugas Palang Pintu KA Jagir Eko Hari Cahyono (44), korban semula berjalan di tengah pelang pintu KA di jalan tersebut.

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA.COM/LUHUR PAMBUDI
Petugas saat akan mengevakuasi korban pengamen yang ditabrak Kereta Api 

Kronologi Pengamen Surabaya Ditabrak Kereta Api, Diduga Sempat Bercanda Tapi Malah Lakukan Hal ini

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Petugas palang pintu Kereta Api menjelaskan kronologi pengamen yang ditabrak Kereta Api.

Pengamen tersebut diduga sempat bercanda dengan temannya.

Tapi, pengamen itu malah lakukan hal tak terduga.

Kronologi tewasnya Risky (25) alias Kipli  akibat tersambar kereta api (KA) di dekat palang KA Jalan Lumumba Dalam, Gang Buntu, RT 01, RW 01, Jagir Wonokromo, Surabaya, Jumat (27/3/2020).

Petugas Palang Pintu KA Jagir Eko Hari Cahyono (44), korban semula berjalan di tengah pelang pintu KA di jalan tersebut.

Tak seorang diri, korban tampak ditemani seorang rekannya berjenis kelamin laki-laki yang tak diketahui identitasnya.

Sebelum palang pintu Kereta Api menutup dan lampu petanda kehadiran KA berbunyi, sepengetahuan Eko, korban dan rekannya sempat bersenda gurau.

Petugas mengevakuasi korban pengamen yang ditabrak Kereta Api di Surabaya
Petugas mengevakuasi korban pengamen yang ditabrak Kereta Api di Surabaya (TRIBUNMADURA.COM/LUHUR PAMBUDI)

"Nyatanya meloncat-loncat saya lihatnya kayak ketawa-ketawa gitu. Dia becanda tendang tendangan di situ," katanya seraya mengarahkan telunjuknya ke arah palang pintu KA.

Senda gurau keduanya begitu asyik, hingga tak sadar bahwa mereka sudah berada di dua lajur rek KA yang terhubung dengan Stasiun Wonokromo, sebagai stasiun terdekat di kawasan itu.

"Lah kok malah ke tengah rel," tukasnya.

Sekira pukul 14.32 WIB dari arah selatan an utara secara bebarengan melintas dua rangkaian KA yang melaju di lajurnya masing-masing.

KA dari arah selatan melintas di Lajur Rel Nomor 1. Sedangkan KA lainnya dari arah utara melintas di Lajur Rel Nomor 2.

Perkiraan Eko, korban yang saat itu tengah sibuk bersenda-gurau, hanya menyadari kehadiran KA dari arah selatan.

Sehingga korban tampak begitu tenang berdiri di rel KA Lajur Nomor 1, padahal di saat bersamaan dari arah utara, sedang melaju KA Jayakarta Premium Jurusan Surabaya-Jakarta.

"Dia pikir KA nya hanya datang dari selatan aja. Mungkin feelingnya dia gitu," jelasnya.

Eko yang menyadari kelengah korban itu sontak membunyikan peluitnya guna memperingati korban untuk segera hengkang dari lajur rel tersebut.

Sekuat tenaga ia meniup peluitnya hingga suaranya melengking hebat, korban tetap saja tak menggubris.

Termasuk dengan suara klakson KA yang lantanya bukan main, ternyata juga tak membuat korban sadar.

"Terus klakson (kereta api) dari sana Tettt, dassss ajur," tuturnya.

Tak pelak tubuh korban terhempas hingga terseret KA sejauh 500 meter, dan membuat beberapa bagian potong tubuh korban berceceran dan teronggok di depan pos palang perlintasan KA, tempat Eko bertugas.

"Sampai sini ada tuh bekasnya," ujarnya seraya menunjukkan bekas bercak darah yang telah mengering di depan posnya.

Disinggung mengenai keberadaan rekan korban yang sempat bersenda gurau dengan korban, Eko mengatakan, rekan korban tak terlihat batang hidungnya sejak insiden itu terjadi hingga proses evakuasi.

"Waktu kejadian kok gak ada temannya, temannya cowok," pungkasnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Wonokromo Ipda Arie Pranoto membenarkan adanya insiden tersebut.

Namun proses evakuasi terhadap jenazah sudah rampung. Kini sedang diotopsi luar di Kamar Mayat RSU Dr Soetomo Surabaya.

"Sudah tadi kami evakuasi sekarang sudah di kamar mayat," katanya saat dikonfirmasi TribunJatim.com

Tubuh korban sempat terseret

Seorang pengamen tewas seketika di samping rel Kereta Api.

Ia diketahui sempat terseret setelah ditabrak Kereta Api.

Dugaan mengenai apakah kecelakaan murni atau karena bunuh diri.

Namun diduga tak ada unsur bunuh diri pada kejadian ini.

Korban tewas seketika dengan kondisi mengenaskan, setelah disambar KA Jayakarta Premium Jurusan Surabaya-Jakarta yang melaju dari arah selatan, sekira pukul 14.32 WIB.

Menurut Petugas Palang Pintu KA Jagir Eko Hari Cahyono (44), tubuh korban sempat terseret sejauh sekira 500 meter ke arah utara atau menuju Stasiun Wonokromo.

 Puisi yang Ditulis Penemu Virus Corona asal China Sebelum Tutup Usia, Kalimat Terakhirnya Jadi Viral

 Spoiler Komik One Piece Chapter 976, Persiapan Aliansi Yonko dan Perang Hebat di Onagashima

Bahkan beberapa bagian tubuh korban sempat terseret hingga depan pos tempatnya berjaga, yang dibuktikan dengan bekas bercak darah yang telah mengering.

"Jauh sekira 500 meter, kakinya aja sampai depan pos sini," ujarnya pada TribunMadura.com di lokasi seraya menunjukkan bercak bekas darah kering.

Eko menduga insiden tersebut bukan karena ada upaya bunuh diri dari si korban.

Pasalnya, di tengah perlintasan KA di jalan tersebut korban, ungkap Eko, korban sempat bercanda dengan seorang temannya yang saat ini tidak diketahui keberadaannya.

"Waktu kejadian kok gak ada temannya, temannya cowok," pungkasnya.

 Beredar Kabar Soal Jembatan Suramadu Ditutup karena Virus Corona, Kapolres Bangkalan: Itu Hoaks

Petugas gabungan Linmas, Satpol PP, Tim Inafis dan Satpam Stasiun Wonokromo mengevakuasi korban
Petugas gabungan Linmas, Satpol PP, Tim Inafis dan Satpam Stasiun Wonokromo mengevakuasi korban (TRIBUNMADURA.COM/LUHUR PAMBUDI)

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Wonokromo Ipda Arie Pranoto membenarkan adanya insiden tersebut.

Namun proses evakuasi terhadap jenazah sudah rampung.

Kini sedang diotopsi luar di Kamar Mayat RSU Dr Soetomo Surabaya.

"Sudah tadi kami evakuasi sekarang sudah di kamar mayat," katanya saat dikonfirmasi TribunMadura.com.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved