Virus Corona di Indonesia

Wanita dan Anak Kecil Mengisap Rokok Herbal Demi Menghadang Virus Corona, Ini Fakta untuk Kesehatan

Berdasarkan suara yang terdengar, mereka merokok demi menghindari virus corona. Menurut mereka rokok yang diisap adalah rokok herbal yang bermanfaat.

Editor: Elma Gloria Stevani
kolase TribunStyle.com
Anak kecil mengisap rokok herbal demi mencegah virus corona. 

TRIBUNMADURA.COM - Virus corona terus menyebar dari hari ke hari.

Tercatat hingga Sabtu (28/3/2020) pagi, ratusan negara mengonfirmasi terjangkit virus corona atau Covid-19.

Dilansir dari Worldometer, jumlah pasien yang sembuh tercatat sebanyak 132.526 orang.

Sementara itu, jumlah kasus virus corona di seluruh dunia telah mencapai 593.656 kasus dengan korban meninggal dunia sebanyak 27.215 orang.

Banyaknya korban dari virus corona ini membuat masyarakat melakukan berbagai cara untuk terhindar dari covid-19.

Islam, Kristen & Yahudi Doa Bersama Memohon Wabah Covid-19 Selesai: Kita Berasal dari Akar yang Sama

Sederet Kebijakan Jokowi Ini Jadi Kabar Baik bagi Masyarakat di Tengah Wabah Virus Corona

Tanda Tak Kasat Mata Kalau Anda Diam-diam Jadi Penular Virus Corona, Meski Tak Rasakan Demam & Batuk

Seperti yang terjadi pada satu keluarga yang viral di media sosial.

Terdapat video keluarga mengisap rokok herbal demi terhindar dari virus corona.

Di video itu, ada dua wanita yang terlihat santai mengisap rokok.

Salah satu wanita tengah menggendong bayi.

Tak hanya itu, ada pula dua bocah laki-laki yang juga mengisap rokok.

Asap mengepul dari rokok putih yang terselip di mulut mereka.

Di video tersebut terdengar suara pria yang diduga merekam kejadian itu.

Permintaan Ibunda Ashraf Sinclair di 40 Hari Kepergian Sang Putra, BCL:Akan Sangat Berarti Bagi Kami

Jadwal Acara TV Trans TV RCTI SCTV GTV ANTV Indosiar Sabtu 28 Maret 2020, Ada Film 47 Meters Down

12 Makanan Terbaik untuk Meningkatkan Kekebalan Tubuh Anda, Dipercaya Sebagai Penangkal Virus Corona

Berdasarkan suara yang terdengar, mereka merokok demi menghindari virus corona.

Menurut mereka rokok yang diisap adalah rokok herbal yang bermanfaat.

"Demi menghadang virus corona kami merokok sin Insya Allah mudah-mudahan dengan izin Allah virus corona Covid-19 terhadap dengan Provost 19 dengan izin Allah," katanya.

Rokok herbal memang kerap dikaitkan dengan rokok sehat karena tidak mengandung tembakau.

Mengutip dari artikel alodokter yang ditinjau oleh dr Allert Benedicto Ieuan Noya, rokok herbal disebut-sebut digunakan bagi mereka yang ingin berhenti merokok.

Rokok herbal mengandung daun cengkeh, kuntum bunga mawar, ampas tebu, daun teratai, daun selada yang dikeringkan, ginseng, melati, dan sebagainya.

Alasan rokok herbal sering kali dianggap rokok aman karena tidak mengandung nikotin.

Nikotin membuat seseorang kecanduan dengan rokok.

Faktanya rokok herbal memang tidak membuat seseorang kecanduan dan tidak mengandung tembakau.

Namun, rokok tersebut belum tentu baik bagi kesehatan.

Keluarga menghisap rokok demi terhindari dari virus corona
Keluarga menghisap rokok demi terhindari dari virus corona (kolase TribunStyle.com)

Rokok herbal mengandung tanaman atau sayuran yang jika dibakar akan menghasilkan karbondioksida, tar, dan bahkan rangkaian racun lainnya.

Hasilnya, paru-paru perokok maupun orang mengisap asapnya terancam oleh beragam racun berbahaya dari rokok herbal.

Terkait virus corona, sampai saat ini belum ada bukti penelitian yang menyatakan rokok herbal dapat mencegah penularan virus corona.

Sinopsis Film Blood Father, Aksi Balas Dendam Gadis & Ayahnya Tayang di Trans TV Sabtu 28 Maret 2020

Sinopsis Film Riddick, Seri Ketiga dari Chronicle of Riddick, Saat Vin Diesel Bertarung dengan Alien

Singapura Berikan Denda Rp 115 Juta kepada Warga yang Berdiri dan Duduk Berdekatan di Tempat Umum

Pencegahan virus corona adalah meningkatkan imunitas dengan cara mengonsumsi makanan bergizi.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk rajin mencuci tangan secara benar dengan air mengalir.

Bila tidak ada air, masyarakat disarankan menggunakan hand sanitizer beralkohol minimal 60 persen.

Imunitas tinggi membuat tubuh lebih mudah melawan virus corona.

Sebab sampai saat ini belum ada vaksin maupun obat untuk virus corona.

Ada dua obat yakni Avigan dan Klorokuin yang dapat membantu pasien virus corona sembuh.

Namun obat tersebut efektif pada pasien yang masih mengalami gejala ringan.

Obat tersbeut diberikan ketika orang sudah sakit bukan sebagai pencegahan.

Selain itu, kedua obat itu harus menggunakan resep dokter.

Avigan dan Klorokuin

Kabar bahagia datang di tengah wabah virus corona ( SARS-CoV-2) yang tengah melanda Indonesia dan beberapa negara di dunia.

Presiden Joko Widodo menyebutkan bahwa pemerintah telah menyiapkan obat yang diyakini ampuh untuk menyembuhkan pasien yang menderita Covid-19.

Obat yang menjadi kandidat kuat adalah Avigan dan Klorokuin.

Kebanyakan Orang Kaya di Australia Terinfeksi Virus Corona, Kebiasaan Hidup Diduga Jadi Pemicunya

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Perpanjang Waktu Penutupan karena Virus Corona

APD untuk Tenaga Medis COVID-19 di RSUD Dr H Moh Anwar Sumenep Terbatas

Pemerintah telah mendatangkan 5.000 butir Avigan dan tengah memesak 2 juta butir obat tersebut.

Lalu, Klorokuin sudah disiapkan sebanyak 3 juta butir.

Avigan merupakan obat antivirus dari Jepang.

Avigan atau Favipiravir dikembangkan oleh perusahaan Jepang, yaitu Fujifilm Toyama Chemical dan diproduksi oleh Zheijang Hisun Pharmaceutical.

Pada dasarnya, Avigan dikembangkan untuk mengobati virus influenza.

Mengutip Live Science, Avigan secara khusus dibuat untuk mengobati virus RNA seperti virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit Covid-19.

Virus SARS-CoV-2 memang memiliki materi genetik utama RNA bukan DNA.

Avigan sudah diuji coba untuk pasien Covid-19 pada bulan lalu.

Bentuk virus Corona di mikroskop
Bentuk virus Corona di mikroskop (Sumber: NIAID-RML)

“Obat ini memiliki tingkat keamanan yang terbukti tinggi dan jelas efektif untuk digunakan (melawan virus corona),” tutur Zhang Xinmin dari Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi China kepada The Guardian.

Avigan menunjukkan hasil positif dalam uji klinis yang melibatkan 340 orang di Wuhan dan Shenzhen.

Pasien menunjukkan hasil negatif setelah empat hari meminum obat Avigan.

Meski begitu, setengah pasien yang dites menunjukkan hasil negatif lebih awal, dan setengahnya lagi lebih dari empat hari.

Hasil tersebut kemudian dibandingkan dengan pasien yang tidak mendapat obat Avigan.

Ahli melihat bahwa pasien baru dinyatakan negatif dalam kurun waktu 11 hari pasca-tertular. 

Kondisi paru-paru yang ditunjukkan oleh sinar-X memperlihatkan adanya perbedaan besar antara pasien Covid-19 yang mengonsumsi Avigan dengan mereka yang tidak.

Pada pasien yang mengonsumsi obat Avigan tampak kondisi paru meningkat 91 persen.

Sedangkan yang tidak mengonsumsi obat Avigan, kualitas paru meningkat hanya 62 persen.

Sementara itu, dalam uji coba di Wuhan, Avigan tampak memperpendek durasi demam pasien, dari rata-rata 4,2 hari menjadi 2,5 hari.

Perubahan Wajah Via Vallen seusai Lakukan Perawatan, Malah Bengkak Jadi Depresi: Aku Dibilang Gendut

Gunakan Water Canon, Polres Pamekasan Semprot 6.000 Liter Disinfektan untuk Cegah Virus Corona

Tim Satgas Corona dan Puskesmas Lakukan Perburuan Orang Dalam Risiko Berpotensi Sebarkan Covid-19

Namun pasien Covid-19 yang sudah mengalami gejala berat tidak begitu banyak menunjukkan hasil yang baik setelah diberikan obat.

“Kami telah memberikan Avigan kepada 70 sampai 80 orang. Obat ternyata tidak berfungsi dengan baik ketika virus sudah berlipat ganda di tubuh pasien,” tutur narasumber dari Kementerian Kesehatan Jepang kepada surat kabar Mainichi Shimbun.

Lalu bagaimana cara kerja Avigan?

Obat ini menghentikan beberapa virus dari replikasi dengan melumpuhkan enzim (zat yang menyebabkan reaksi kimia) yang disebut RNA polimerase, yang membangun RNA.

Tanpa enzim utuh, virus tidak dapat menggandakan materi genetiknya secara efisien sekali di dalam sel inang.

Hal itu menurut sebuah artikel yang menggambarkan obat yang diterbitkan pada tahun 2017 di jurnal Proceedings of Japan Academy, Ser. B, Ilmu Fisika dan Biologis.

Obat lain yang digunakan untuk pasien Covid-19 adalah Klorokuin.

Obat flu Avigan yang diproduksi Fujifilm Jepang.
Obat flu Avigan yang diproduksi Fujifilm Jepang. (Sumber: AFP via nypost.com)

Klorokuin selama ini dipakai sebagai obat malaria di Indonesia.

Klorokuin fosfat merupakan senyawa kimia yang memiliki struktur sama dengan quinine sulfate.

Quinine sulfate berasal dari ekstrak kulit batang pohon kina, yang selama ini juga menjadi obat bagi pasien malaria.

Mengutip Kompas.com, Guru Besar Bidang Farmakologi dan Farmasi Klinik Universitas Padjadjaran (Unpad), Keri Lestari, mengatakan bahwa kedua struktur tersebut (quinine sulfate dan chloroquine phosphate) memiliki manfaat yang sama dalam proses penyembuhan penyakit malaria.

Klorokuin memang menjadi salah satu senyawa yang dianggap sebagai kandidat antivirus untuk Covid-19.

Penelitian telah dilakukan oleh Wuhan Institute of Virology dari Chinese Academy of Sciences.

Penelitian tersebut dilakukan oleh ahli virologi Manli Wang bersama timnya, dan telah dipublikasikan dalam jurnal Nature.

Berdasarkan penelitian awal, klorokuin dapat menghambat kemampuan virus baru untuk menginfeksi dan tumbuh di dalam sel saat diuji pada kera.

Beredar Kabar Soal Jembatan Suramadu Ditutup karena Virus Corona, Kapolres Bangkalan: Itu Hoaks

Aming Kesal Lihat Orang Pakai Alat Perlindungan Diri di Supermarket: Staf Medis Makin Kekurangan APD

Masa Lalu Abash Pacar Lucinta Luna Terbongkar, Foto Lawas Saat Jadi Wanita, KTP hingga Rahasia Lain

Situs Science News menyebutkan bahwa klorokuin dapat memblokir infeksi virus dengan mengganggu kemampuan beberapa virus, termasuk SARS-CoV-2, untuk memasuki sel.

“Klorokuin juga dapat membantu sistem kekebalan tubuh melawan virus tanpa jenis reaksi berlebihan, yang dapat menyebabkan kegagalan organ,” tutur para peneliti.

Pakar Farmakologi & Clinical Research Supporting Unit FKUI, dr Nafrialdi, sebelumnya menekankan perlunya uji klinis untuk dapat menetapkan klorokuin sebagai obat untuk melawan virus corona.

Nafrialdi juga memiliki kekhawatiran karena klorokuin sebagai obat antimalaria juga sudah tidak lagi digunakan karena banyaknya kasus resisten malaria di sejumlah wilayah, termasuk Papua.

Kendati demikian, apabila memang klorokuin dapat menjadi obat bagi pasien Covid-19, maka itu merupakan sinyal awal.

“Itu mungkin hanya sinyal awal, tapi jangan langsung diterjemahkan bisa langsung dipakai. Perlu dilakukan serangkaian uji klinis untuk bisa menyatakan obat antimalaria menjadi obat virus corona,” tutur Nafrialdi, Kamis (12/3/2020).

(TribunJabar.id/Fidya Alifa Puspafirdausi)

Sebagian artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Viral Video Wanita dan Anak Kecil Mengisap Rokok Herbal Demi Cegah Virus Corona, Ini Faktanya

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved