Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Madura

Beredar Kabar Madura Lockdown untuk Cegah Virus Corona atau Covid-19, Begini Kata Gubernur Khofifah

Beredar di WhatsApp surat perintah dilakukannya lockdown Madura untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/AHMAD FAISOL
jalur Jembatan Suramadu menuju Kota Surabaya, Kamis (19/9/2019) - Beredar Kabar Madura Lockdown untuk Cegah Virus Corona atau Covid-19, Begini Kata Gubernur Khofifah 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Kabar adanya lockdown Madura dibantah langsung oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.

Khofifah Indar Parawansa menegaskan, Pemprov Jatim tidak akan melakukan lockdown untuk kawasan Madura.

Menurut Khofifah Indar Parawansa, Pemprov Jatim tidak memiliki kewenangan untuk melakukan lockdown.

Kabar Jembatan Suramadu Ditutup karena Virus Corona Hoax, Warga Telanjur Urungkan Niat Keluar Madura

Ini yang Akan Terjadi Apabila Indonesia Menerapkan Lockdown untuk Kurangi Penyebaran Virus Corona

Alasan Indonesia Tak Lockdown Nasional dan Pilih Social Distancing, Singgung Aktivitas Ekonomi

Sebaliknya, kata dia, perintah lockdown merupakan kebijakan dari pemerintah pusat.

“Tidak benar," kata Khofifah Indar Parawansa saat dikonfirmasi, Minggu (29/3/2020).

"Kami sudah mengkoordinaskan untuk Kawasan Madura kami siapkan drive thru disinfektan," sambung dia.

"Karena mereka khawatir akan ada mudik masif,” tambahnya. 

Belakangan ini, beredar di WhatsApp adanya surat perintah dilakukannya lockdown Madura.

Surat tersebut berisikan undangan rakor yang ditujukan untuk Ketua DPRD Jatim, Pangdam V Brawijaya, Kapolda Jatim dan Pangkoarmada II TNI AL oleh Gubernur Jatim di Ruang Kerja Gubernur pada Sabtu 28 Maret 2020 pukul 17.00 WIB.

Dalam surat undangan itu dituliskan bahwa undangan rakor tersebut terkait Agena Pembahasan Wacana lockdown Kawasan Madura bersama Gubernur Jatim.

Virus Corona Belum Mereda, Ribuan Warga Madura yang Mudik dari Jakarta Tiba di Terminal Bangkalan

Matos Sepi Pengunjung Sejak Virus Corona, Malang Town Square Ditutup hingga Pertengahan April 2020

Lebih lanjut, Khofifah Indar Parawansa menuturkan, pemerintah menganjurkan masyarakat untuk tidak mudik.

Karenanya, secara khusus Khofifah meminta agar pedagang asal Madura yang tengah merantau di DKI Jakarta untuk tidak mudik lebaran dan tinggal di sana sampai wabah virus corona berakhir. 

Sebab potensi penyebaran virus justru akan meningkat jika ada mobilitas masyarakat dalam skala besar.

Anjuran itu juga berlaku untuk pedagang asal Jatim yang lain seperti Lamongan.

Lebih lanjut Khofifah menjelaskan penyiapakan disenfektasi drive thru ini adalah upaya yang lebih masif untuk mencegah penyebaran virus corona di kawasan Madura dan kepulauan. 

“Kami berkoordinasi dengan Pangdam, Kapolda, serta Pangkoarmada, kami akan siap memasang alat disinfektan drive thru untuk arus dari maupun ke Madura baik dari Surabaya maupun titik-titik masuk di wilayah kepulauan,” kata Khofifah. 

Pihaknya menyebut jalur masuk seperti pelabuhan juga termasuk titik titik yang menjadi prioritas pemasangan alat disenfektasi drive through. 

Pedagang Pecel Lele dan Penyetan Sari Laut Diimbau Tak Mudik Lebaran untuk Antisipasi Virus Corona

Inilah Perbedaan Social Distancing dengan Lockdown yang Digunakan Mencegah Penyebaran Virus Corona

Sejauh ini upaya disinfektasi drive thru sudah dilakukan di banyak titik di Jawa Timur. Termasuk di Grahadi, di jalur masuk Kota Surabaya maupun juga di lima bakorwil. Khofifah ingin agar layanan ini juga sampai untuk masyarakat Madura dan juga kepulauan Madura.

“Kita akan maksimalkan di titik-titik pelabuhan baik dari maupun ke kepulauan di Sumenep. Kita akan koordinasikan penyiapan tendanya di titik-titik itu agar segera kita lakukan. Karena ketersediaan desinfektan di Pemprov saat ini cukup untuk melakukan itu,” kata Khofifah.

Terlebih karena sejauh ini beberapa kalangan masyarakat aktif melakukan donasi dan pemberian bahan desinfektan secara sukarela. Desinfektan tersebut digunakan untuk penyemprotan di layanan publik, kantor pemerintahan, dan juga di sarana transportasi. 

Upaya preventif ini giat dilakukan seiring terus bertambahnya angka kasus positif covid-19 di Jawa Timur. Dimana saat ini total ada sebanyak 77 kasus positif covid-19 di Jawa Timur. Sedangkan untuk PDP ada sebanyak 307 orang, dan ODP melonjak menjadi 4.568 orang.

Mengenal Arti Social Distancing untuk Antisipasi Virus Corona, Ada 6 Cara yang Perlu Dilakukan

Mengenal Arti Physical Distancing yang Jadi Pengganti Social Distancing untuk Cegah Virus Corona

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved