Wabah Virus Corona
Mengenal Arti Physical Distancing yang Jadi Pengganti Social Distancing untuk Cegah Virus Corona
Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO ) menganjurkan penggunaan frasa social distancing diganti menjadi physical distancing.
Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO ) menganjurkan penggunaan frasa social distancing diganti menjadi physical distancing
TRIBUNMADURA.COM - Social distancing menjadi satu di antara sejumlah langkah mudah yang dapat dilakukan masyarakat untuk mencegah penyebaran virus corona.
Dengan melakukan social distancing, ancaman penyebaran virus corona dapat diminalisir.
Namun, belakangan, Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO ) menganjurkan penggunaan frasa social distancing diganti menjadi physical distancing.
• Inilah Perbedaan Social Distancing dengan Lockdown yang Digunakan Mencegah Penyebaran Virus Corona
• Mengenal Arti Social Distancing untuk Antisipasi Virus Corona, Ada 6 Cara yang Perlu Dilakukan
• Ini yang Akan Terjadi Apabila Indonesia Menerapkan Lockdown untuk Kurangi Penyebaran Virus Corona
Physical distancing merupakan perintah agar masyarakat tetap di rumah.
Masyarakat juga diminta menjaga jarak fisik dengan orang lain untuk mencegah persebaran virus corona.
Namun, bukan berarti orang memutuskan kontak dengan teman dan keluarga secara sosial.
Hanya saja, mereka diminta untuk menjaga jarak secara fisik.
Dilansir dari bbs.bt, WHO menyampaikan bahwa physical distancing adalah untuk memberikan pemahaman yang jelas bahwa arahan pemerintah untuk tetap di rumah di tengah wabah Covid-19.
Hal itu bukan tentang memutuskan kontak sosial dengan keluarga dan teman-teman, tetapi tentang menjaga jarak fisik untuk memastikan penyakitnya tidak menyebar.
• Warga yang Nekat Nongkrong di Luar Rumah di Tengah Virus Corona Bisa Terancam Penjara Satu Tahun
• Tokopedia Blokir Ribuan Penjual yang Pasang Harga Barang Tak Wajar di Tengah Wabah Virus Corona

Dalam upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19, pemerintah di seluruh dunia menginstruksikan kepada orang-orang untuk menghindari pertemuan publik.
Sekarang WHO mengatakan lebih baik disebut jarak fisik dan bukan jarak sosial.
“Tapi yang ingin saya tekankan di sini adalah jarak fisik," kata dr Rui Paulo de Jesus, Perwakilan WHO di Bhutan.
"Mengapa saya mengatakan itu adalah karena beberapa orang yang berada di karantina memerlukan interaksi sosial," sambung dia.
"Sekarang mudah melalui media sosial. Menurut definisi, interaksi sosial dapat dilakukan menggunakan media sosial. Jadi yang kami maksud di sini adalah jarak fisik," tambahnya.