Breaking News:

Sidang Online di Surabaya

Tanggapi Vonis Hakim, Ini Kata Penasihat Hukum Terdakwa Kasus Pencabulan Anak Kekasih di Surabaya

Rudi Nugraha divonis selama delapan tahun penjara dan denda Rp 10 juta subsider satu bulan atas kasus dugaan pencabulan terhadap anak dari kekasihnya.

Penulis: Syamsul Arifin | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/SYAMSUL ARIFIN
Rudi, terdakwa pencabulan anak kekasih saat jalani sidang via teleconfrence di PN Surabaya, Senin (30/3/2020). 

TRIBUNMADURA.COM - SURABAYA - Pengacara terdakwa Rudi Nugraha, Sudarmono menanggapi vonis yang diberikan Majelis Hakim kepada kliennya.

Menurutnya, vonis tersebut lebih berat dari tuntutan.

Terdakwa Rudi Nugraha divonis selama delapan tahun penjara dan denda Rp 10 juta subsider satu bulan atas kasus dugaan pencabulan terhadap anak dari kekasihnya. 

Tak hanya itu ia juga menanggapi perihal persidangan yang digelar secara teleconfrence.

Dia mengaku kondisi (sidang) yang tak lazim ini secara prinsip tidak bisa berkoordinasi dengan kliennya secara langsung. 

"Tapi mau bagaimana lagi karena ini memang kebijakan dan situasinya memang genting," terang Sudarmono, Senin, (30/3/2020). 

Pria Surabaya Cabuli Anak Kekasih saat Tidur Bertiga di Hotel, Hukuman Lebih Berat dari Tuntutan JPU

Sidang Online Resmi Diterapkan di Pengadilan Negeri Surabaya, 36 Kasus Telah Disidangkan

BREAKING NEWS Perangkat Sidang Online Siap, 74 Perkara Disidangkan Secara Teleconference di Surabaya

Terdakwa Rudi saat menjalani sidang via teleconfrence di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (30/3/2020).
Terdakwa Rudi saat menjalani sidang via teleconfrence di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (30/3/2020). (TRIBUNMADURA.COM/SYAMSUL ARIFIN)

Sementara itu perihal kasus kliennya, pihaknya masih mempunyai waktu selama sepekan untuk kemungkinan mengajukan banding. 

Sebab, selama persidangan, Jaksa tak pernah menghadirkan saksi fakta.

"Semua berdasarkan keterangan korban. Harusnya bisa membuktikan dalam persidangan sebelumnya jaksa sama sekali tidak menghadirkan saksi fakta. Pelapor orang tua termasuk guru BP semua hanya katanya (korban Secara hukum harus mengalami sendiri," sambungnya.

Selain itu pelaporan ini pun jaraknya cukup jauh dari kejadian. Yaitu dua bulan dari kejadian.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved