Antisipasi Virus Corona di Jawa Timur

Masyarakat Ekonomi Bawah Diharapkan Tetap Diperbolehkan Kerja, PWNU Jatim: Mereka Tak Punya Simpanan

Langkah pemerintah tidak melakukan lockdown saat virus corona atau Covid-19 dinilai sudah tepat.

TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
ilustrasi - Masyarakat Ekonomi Bawah Diharapkan Tetap Diperbolehkan Kerja, PWNU Jatim: Mereka Tak Punya Simpanan 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Ketua PWNU Jatim, KH Marzuki Mustamar, menilai langkah pemerintah tidak melakukan lockdown saat virus corona atau Covid-19 merupakan rindakan tepat.

KH Marzuki Mustamar menyebut, banyak masyarakat Jawa Timur, khususnya kalangan ekonomi menengah ke bawah, yang dirugikan jika pemerintah melakukan lockdown.

Menurut KH Marzuki Mustamar, banyak masyarakat Jawa Timur yang mempunyai pekerjaan serabutan dan kerja dengan sistem harian.

Polda Jatim Siap Sumbang Tenaga Prosesi Pemakaman Jenazah Pasien Virus Corona di Jawa Timur

Ribuan Pekerja Gudang Perusahaan Rokok di Sumenep Aktif Bekerja di Tengah Ancaman Wabah Virus Corona

Kandang Arema FC Jadi Opsi Tempat Karantina Pasien Virus Corona, Kadispora: Masih Sebatas Wacana

"Mereka dapat (penghasilan) hari ini dimakan hari ini juga," kata KH Marzuki Mustamar, Senin (30/3/2020).

"Mereka tidak saving (mempunyai simpanan) mereka juga tidak menumpuk beras," sambung dia.

Untuk itu, menurut Marzuki selagi situasi masih terkendali, PWNU Jatim meminta pemerintah untuk memperbolehkan orang-orang dengan ekonomi bawah tetap bekerja.

"Biarkan orang-orang kecil tetap nguli tetap nukang dan mencari rezeki," kata Pengasuh Ponpes Sabilurrosyad Kota Malang ini.

"Kalau mereka sampai dilarang, di-lockdown lalu dengan dana APBD menyangoni mereka per kepala Rp 20 ribu, itu sangat berat," tambah dia.

Menurut Marzuki, adanya cash for work (padat karya tunai) ataupun social safety net sah-sah saja asalkan dengan pertimbangan yang matang dan tidak terlalu memberatkan kas daerah.

"Kalau terlalu banyak nanti mungkin coronanya sembuh yang sakit ganti kas daerahnya, ini juga bahaya," lanjutnya.

Ketua PWNU Jatim, KH Marzuki Mustamar
Ketua PWNU Jatim, KH Marzuki Mustamar (TRIBUNMADURA.COM/SOFYAN CANDRA ARIF SAKTI)

Pemkab Sampang Bertekad Pertahankan Zona Hijau Virus Corona, Siap Semprot Disinfektan secara Masif

Pemkot Malang Kerahkan Mobil PMK dan Kendaraan Water Cannon untuk Semprot Disinfektan ke Jalanan

Seperti diketahui, Untuk menangani dampak sosial ekonomi akibat adanya pandemi virus corona, Pemprov Jatim menyiapkan sejumlah skema stimulus untuk menjaga roda ekonomi di Jawa Timur tetap berjalan.

Ketua Gugus Sosial Ekonomi Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, Emil Dardak mengungkapkan, beberapa skema yang dimaksud adalah mulai dari restrukturisasi kredit hingga cash for work (padat karya tunai).

Skema itu diperuuntukan bagi 10 ribu orang terdampak dari penutupan pesantren yang diberdayakan untuk penanganan Covid-19.

Emil juga mengatakan untuk menjangkau lebih banyak masyarakat yang terdampak, padat karya tunai akan diperluas melalui penyusunan ulang program dana desa untuk mengatasi Covid-19.

"Surat edaran dari ibu gubernur sudah diterbitkan untuk bupati dan walikota yang berkaitan dengan dana desa tersebut," kata Emil, Minggu (29/3/2020).

"Di mana tahap I padat karya tunai agar segera diserap karena dari 40 persen dana desa baru 26 persen yang terserap," tambah dia.

Polres Bangkalan Kerahkan Kendaraan Water Cannon Semprotkan Cairan Disinfektan ke Jalur Protokol

Jadwal Acara TV ANTV Trans TV RCTI SCTV GTV Indosiar & MNC TV Selasa 31 Maret 2020, Ada Ghostbuster

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved