Virus Corona di Gresik
Warga Gresik Terima Bantuan Sembako dari Pemerintah, Kurangi Beban di Tengah Wabah Covid-19
Pemerintah Desa telah diberikan mandat untuk menggunakan dana desa sebagai upaya pencegahan Covid-19 di desa masing-masing.
Penulis: Willy Abraham | Editor: Aqwamit Torik
Pada tahap dua ini, bantuan yang diserahkan berisi beras 5 kilogram, mie instan, telur, minyak goreng dan masker dua biji untuk satu rumah.
Jika dirupiahkan, satu rumah mendapat bantuan seniali Rp 115 ribu.
“Sekitar Rp 129 juta totalnya yang kita bagikan dengan sumber dana dari dana desa,” ucapnya.
Halim mengaku mengapa memberikan bantuan dalam bentuk barang ketimbang uang ?
Agar warga tetap berada di dalam rumah.
Selain itu, juga membantu perekonomian warga yang membuka usaha toko kelontong di desanya yang menjual bahan pokok seperti mie, telur dan sebagainya.
“Jika dibagikan uang tunai, nanti malah tidak dibelanjakan sembako tapi buat bayar kredit.
Antisipasi terburuk malah ketika dibagi uang harga sembako bisa naik akibat physical distancing lebih lebih dibelikan paketan,” tutur Halim.
Nah, dana desa yang sebagian dibelanjakan sembako dan di bagikan ke semua warga, kecuali warga yang telah menerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
“Mereka yang menerima adalah kategori miskin bagi warga yang hanya menerima PKH saja atau BPNT saja.
Warga menganggur karena dampak Covid-19 dan warga setengah menganggur.
Total tiga kelompok tersebut sebanyak 1.114 rumah,” pungkas Halim.
Selain itu, pihaknya juga telah menyulap ruangan di Balai Desa untuk ruang isolasi bagi warga desanya yang pulang mudik dari luar kota.
Salah satu warga, Arti sempat kaget didatangi petugas perwakilan desa.
Wanita berusia 60 tahun ini mendapat bantuan sembako yang sudah dibungkus kantong plastik berwarna hitam.
Dia juga mencoba memakai masker kain yang diberikan.
“Alhamdulilah, kemarin sudah diberi sekarang diberi lagi terimakasih semoga Desa Sekapuk tidak ada halangan, selamat semua,” tutupnya. (wil)