Berita Pamekasan

Rayuan Gila Paman di Pamekasan Saat Lecehkan Keponakan, Semua Bermula dari Jalan-Jalan Menaiki Becak

Sungguh keji perbuatan S yang diduga tega melakukan pelecehan seksual terhadap keponakannya yang berinisial EA.

kompas.com/istimewa
Ilustrasi pelecehan seksual. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Sungguh keji perbuatan S yang diduga tega melakukan pelecehan seksual terhadap keponakannya yang berinisial EA.

S yang kesehariannya berprofesi sebagai tukang becak berhasil mengibuli ponakannya dengan dalih mengajaknya jalan-jalan menaiki becak sebelum melakukan perbuatan bejatnya di tempat sepi.

Pria berusia 45 tahun itu diduga melakukan pelecehan seksual tehadap EA yang masih yang 9 tahun.

Pria berinisial S itu merupakan warga Dusun Timur, Desa Bettet, Kecamatan Kota, Kabupaten Pamekasan.

EA masih duduk di bangku kelas 3 SD.

Aksi pencabulan terjadi di Jalan Pengadilan, Kabupaten Pamekasan, sisi timur kantor PDAM Pamekasan pada, Senin (13/4/2020) sekitar pukul 22.00 WIB.

Siapa sangka jika S sudah memiliki seorang istri dan dua orang anak.

Terungkapnya kasus ini setelah orang tua korban melaporkan kejadian ke Polres Pamekasan

Kasatreskrim Polres Pamekasan, AKP Andri Setya membenarkan adanya kejadian tindak pidana pelecehan seksual anak di bawah umur tersebut.

Kronologisnya, mula-mula selepas adzan Isya', S mengajak ponakannya keluar rumah untuk jalan-jalan menaiki becak.

Namun tak disangka, pria berusia 45 tahun tersebut justru membawa EA ke tempat yang sepi.

Tipu Daya Paman di Pamekasan Ajak Keponakan Jalan-Jalan, Endingnya Dicabuli di Jalan Pengadilan

Apresiasi Tim Medis Covid-19, Siswa SDN Pangarangan III Sumenep Ciptakan Aplikasi Game Corona Avoid

Kontak dengan TKHI Sampang asal Pamekasan yang Positif Covid-19, Puskesmas Tanjung Ditutup

Setiba di tempat sepi itulah, S mulai melancarkan perbuatan pelecehan seksual terhadap ponakannya sendiri yang masih berusia 9 tahun.

"TKPnya di Jalan Pengadilan sebelah kantor PDAM, ini kebetulan yang melakukan masih paman korban," kata AKP Andri Setya kepada TribunMadura.com melalui telepon.

Selain itu, AKP Andri Setya mengutarakan, perbuatan pelecehan seksual yang dilakukan oleh pria beralamat di Desa Betet ini, pertama kali diketahui oleh petugas Satpol PP yang sedang berjaga di Pendopo Ronggosukowati.

Perlakuan bejat yang dilakukan oleh S terhadap keponakannya tersebut, lalu langsung dilaporkan oleh ibu korban ke Mapolres Pamekasan.

Sesuai dengan isi laporan yang pihaknya terima, kejadian dugaan tindak pidana pelecehan seksual ini terjadi, Senin (14/4/2020) sekira pukul 22.00 WIB.

"Terlapor berinisial S dan korban berisinial EA," ujarnya.

Saat ini, kata AKP Andri Setya, terlapor sudah pihaknya amankan dan sedang dilakukan proses penyidikan lebih lanjut.

Bhayangkari Polres Pamekasan Bagikan Sembako Gratis ke Tukang Becak hingga Sopir Angkutan Umum

TKHI Sampang asal Pamekasan Terkonfirmasi Positif Covid-19, Tenaga Medis Langsung Lakukan Rapid Test

Terdampak Pandemi Virus Corona, 500 Karyawan Sektor Pariwisata Tulungagung Diberhentikan Sementara

Akibat perbuatannya itu, telapor yang diketahui warga Kecamatan Kota, Kabupaten Pamekasan ini terancam dijerat dengan pasal 82 ayat 2 Undang-undang No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman penjara 5 tahun penjara.

"Profesi pamannya ini memang tukang becak. Bawa keponakannya jalan-jalan dan dibawa ketempat yang sepi terus melakukan dugaan tindak pidana pelecehan seksual itu," tutupnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved