Virus Corona di Surabaya
Kasus Virus Corona Tembus 244 Orang, Kota Surabaya Disebut Mendekati Wilayah yang Terapkan PSBB
Kota Surabaya dinilai sudah mendekati daerah yang lain yang telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Penulis: Sofyan Candra Arif Sakti | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI R Wisnoe Prasetja Boedi menyampaikan, kondisi Jawa Timur terutama di Kota Surabaya sudah mendekati daerah yang lain yang telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Hal itu diungkapkan Mayjen TNI R Wisnoe Prasetja Boedi melihat jumlah kasus Covid-19 atau virus corona yang terus meningkat di Kota Surabaya.
"Kalau kita lihat semacam ini kondisinya, sudah mulai mendekati ke yang dilaksanakan oleh daerah-daerah lain ini, PSBB ini," ucap Mayjen TNI R Wisnoe Prasetja Boedi, Rabu (15/4/2020) malam.
• Satu Pengunjung Warung Kopi di Surabaya Positif Virus Corona, Pemilik Siap Ikuti Prosedur Kepolisian
• Kerumunan Pengunjung Warung Kopi Mendadak Buyar, Petugas Medis Umumkan Ada Warga Positif Covid-19
• Kota Surabaya Berpeluang Terapkan PSBB, Lonjakan Jumlah Kasus Baru Virus Corona Jadi Pertimbangannya
Mayjen TNI R Wisnoe Prasetja Boedi mengkhawatirkan, jika pasien virus corona terus melonjak, fasilitas kesehatan bisa-bisa tak mampu untuk menanganinya.
Apalagi, kata dia, jika dilihat suasana di Kota Surabaya juga masih ramai.
"Ini juga menimbulkan keprihatinan sendiri," lanjutnya.
Karenanya, Wisnoe meminta partisipasi aktif seluruh warga yang dibutuhkan untuk menanggapi masalah Covid-19 secara bersama-sama.
"Kalau kita melihat tren perkembangan yang semakin meningkat ini memang menunjukkan bahwa perlu adanya peningkatan partisipasi dari kita semua dan adanya satu garis komando," lanjutnya.
Dia mengatakan, di dalam dunia militer ada istilah sistem komando.
• Cerita Pasien Sembuh Virus Corona di Kota Batu, Beber Pengalaman saat Dirawat Karena Covid-19
• Bawa Sabun Mandi Berisi Barang Tak Terduga, Perempuan Pembesuk Napi Lapas Klas IIB Tuban Ditangkap
Artinya apa yang menjadi kebijakan pimpinan di daerah hendaknya juga bisa dipahami bersama secara berjenjang.
"Mulai dari tingkat kota, camat, kemudian kepala desa, sampai dengan RT dan tokoh masyarakat, tokoh adat, harus satu pemikiran, satu visi dan satu gerak langkah," katanya.
Seperti diketahui, jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Surabaya terus bertambah.
Per Rabu (15/4/2020), Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengumumkan, ada 16 tambahan kasus baru di Kota Surabaya.
Total, positif Covid-19 di Kota Surabaya berjumlah 244 kasus.
Selain itu ,Khofifah juga mengumumkan ada satu tambahan pasien meninggal di Kota Surabaya.
Lalu, ada satu pasien sembuh virus coorna dari Kota Surabaya.
• Gara-Gara Hal Sepele, Rumah Petani di Tuban Hangus Kebakaran, Dua Ternak Sapi Alami Luka Bakar