Virus Corona di Lamongan

Alat Tes Covid-19 Canggih dari Korea Selatan Sudah Tiba di Lamongan, 6 Sampel Cuma Butuh 10 Menit

Alat tes Covid-19 yang didatangkan oleh Pemkab Lamongan dari Korea Selatan (Korsel), kini sudah tiba.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/HANIF MANSHURI
Alat untuk tes Covid-19 yang didatangkan Pemkab Lamongan dari Korea Selatan 

TRIBUNMADURA.COM, LAMONGAN - Alat tes Covid-19 yang didatangkan oleh Pemkab Lamongan dari Korea Selatan (Korsel), kini sudah tiba.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lamongan, dr. Taufik Hidayat mengatakan, alat tersebur saat ini berada di Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan.

10 Tenaga Kesehatan di Tulungagung Positif Covid-19, Pasien ke-16 Berasal dari Klaster Ngadiluwih

Pria Gresik Tak Sadar Dibuntuti Polisi Saat Transaksi Sabu di SPBU, Sembunyikan Narkoba di Dompetnya

Lapas Klas IIA Pamekasan Bagikan 200 Paket Sembako dan Uang Tunai ke Abang Becak dan Kaum Dhuafa

"Mesinnya sudah datang, ini kualitasnya Insya Allah sangat bagus," kata dr. Taufik Hidayat, Minggu (19/4/2020)

Hanya saja, untuk saat ini alat tersebut belum bisa digunakan lantaran masih menunggu komponen lain yang dibutuhkan dan sekarang masih dalam proses pengiriman.

Kemungkinan alat yang dibutuhkan itu akan sampai di Lamongan pada Selasa (21/4/2020).

"Insya Allah Selasa besok itu komponen reagent-nya menyusul datang dari Korea Selatan," katanya.

Setelah komponen reagent sudah tiba, akan dikakukan pelatihan pada petugas untuk penggunaan alat bernama AB Plus tersebut.

"Nanti setelah pelatihan, kemudian langsung jalan," katanya.

Menurut dr. Taufik Hidayat, alat tes Covid-19 seharga kurang lebih Rp 280 juta tersebut bisa mendeteksi Covid-19 dengan cepat dan akurat.

Alat itu urgen dibutuhkan di Kabupaten Lamongan untuk mendeteksi secara cepat dan akurat pada orang yang terjangkit virus corona.

Rapat Koordinasi Bahas PSBB di Surabaya, Sidoarjo dan Gresik Digelar Tertutup di Gedung Grahadi

Rapat Koordinasi Bahas Rencana PSBB Berlangsung di Gedung Grahadi, Ada Risma, Cak Nur & Sekda Gresik

Bupati Pamekasan Minta Perantau dari Luar Daerah Tak Pulang Kampung Selama Pandemi Covid-19

"Dalam waktu 10 menit bisa 6 sampel langsung yang dites," ujarnya.

Dengan kelebihan yang dimiliki alat tersebut, pihaknya optimistis alat tersebut mampu membantu memutus rantai penularan Covid-19 di Lamongan.

Kalau sudah diketahui yang terjangkit, maka akan memudahkan petugas melakukan upaya pencegahan penyebarannya dengan tetap sesuai standar operasional penanganan bagi penderita Covid-19.

"Untuk mencegah Covid-19 adalah mencari orang positif yang betul berkualitas itu sebanyak mungkin, ketika ketemu, kita isolasi, maka penularannya berhenti," ungkapnya.

Artinya perlu kualitas alat tesnya, kalau rapid saja itu dinilai Taufik masih kurang mantap."Makanya rapid mesti kita ikuti swab," kata dr. Taufik Hidayat.

Untuk diketahui, berdasarkan data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lamongan, hingga saat ini tercatat sebanyak 262 Orang Dalam Pemantauan (ODP), 109 Pasien Dalam Pengawasan (PDP), 7 PDP meninggal dunia, 27 orang terkonfirmasi positif Covid-19 serta 4 orang telah sembuh dari Covid-19.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved