Virus Corona di Jawa Timur

Polda Jatim Siagakan Lebih Banyak Pasukan Gabungan saat PSBB, Pastikan Ada Sanksi untuk Pelanggar

Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Sidoarjo bakal menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

TRIBUNMADURA.COM/LUHUR PAMBUDI
Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan saat ditemui di Aula Patuh Semeru Gedung Tri Brata Mapolda Jatim, Rabu (19/2/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Dua kabupaten dan satu kota di Jawa Timur bakal mengajukan persetujuan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pada Kementerian Kesehatan RI.

Ketiga wilayah di Jawa Timur yang mengajukan persetujuan PSSB yakni, Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Sidoarjo.

Jika dalam waktu dekat pengajuan itu disetujui dan draf Pergub Jatim telah rampung, tentunya dibutuhkan ketegasan dalam penerapan mekanismenya.

Maling Spesialis Antar Kota asal Jember Ditangkap Polisi, Kena Tembak Mati saat Proses Pengejaran

Pemindahan Operasional Penerbangan Domestik ke T1 Bandara Juanda Hanya Berlaku Sementara Saja

Dandim 0829 Bangkalan Masuk ke Perkampungan, Bagikan Paket Sembako untuk Warga Terdampak Covid-19

Menanggapi hal itu, Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan, pihaknya sedang menggodok mekanisme penegakan hukum selama penerapan PSBB di tiga kawasan itu.

Irjen Pol Luki Hermawan menyebut, dalam hal ini, Polda Jatim menggandeng pihak TNI dan instansi samping lainnya.

"Kami akan melibatkan personel yang cukup banyak, baik dari TNI, Polri dengan stakeholder yang lainnya," kata Irjen Pol Luki Hermawan, Senin (20/4/2020).

Perihal sanksi terhadap pelanggar, ungkap Irjen Pol Luki Hermawan, pihaknya memastikan adanya hal tersebut.

Ia juga akan berkaca dari hasil kajian penerapan PSBB di beberapa provinsi lainnya.

"Kami lagi rapat kan itu (sanksi pelanggaran PSBB)," jelasnya.

Keputusan penerapan PSBB merupakan hasil kesepakatan bersama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Plt Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin, dan Plh Sekda Kabupaten Gresik, Nadlif.

Keputusan penerapan PSBB itu diakomodir oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Artinya, lanjut Luki, keputusan tersebut bukanlah permintaan sepihak dari satu kepala daerah.

"Minggu ini kami akan maraton melakukan rapat koordinasi untuk menentukan cara bertindak dan kita belajar dari kota-kota yang lain yang sudah melakukan PSBB," pungkasnya.

UPDATE Peta Sebaran Virus Corona di Pamekasan Madura, Jumlah Orang Dalam Risiko Tembus 2424

Tokoh Masyarakat Sampang Sumbang 300 APD untuk Tenaga Medis, Bentuk Kepedulian ke Kampung Halaman

RSUD Pamekasan Rawat Satu PDP Tambahan asal Pakong, Pasien Punya Gejala Mengarah ke Virus Corona

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved