Berita Sampang

150 Warga Sampang Madura Mendaftar Kartu Pra Kerja, Tapi hanya Ada Satu Orang yang Dinyatakan Lolos

Hanya satu warga Kabupaten Sampang yang dinyatakan lolos mendaftar Kartu Pra Kerja.

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
www.prakerja.go.id
ilustrasi - 150 Warga Sampang Madura Mendaftar Kartu Pra Kerja, Tapi hanya Ada Satu Orang yang Dinyatakan Lolos 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Sebanyak 150 orang warga Kabupaten Sampang, Madura, mendaftar Kartu Pra Kerja gelombang pertama.

Dari jumlah itu, hanya satu warga Kabupaten Sampang yang dinyatakan lolos mendaftar Kartu Pra Kerja.

Kasi Hubungan Perindustrian Diskumnaker Sampang, Heru mengatakan, ada 15 orang di antaranya melakukan pendaftaran Kartu Pra Kerja didampingi Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja.

Hotel hingga Restoran di Kota Blitar Dapat Pembebasan Pajak Selama 3 Bulan Akibat Virus Corona

Tokoh Masyarakat Sampang Sumbang 300 APD untuk Tenaga Medis, Bentuk Kepedulian ke Kampung Halaman

Guru di Madura Ini Rela Tempuh 22 Kilometer untuk Datangi Rumah Murid Satu Persatu, Kisahnya Viral

"Sedangkan sisanya melakukan pendaftaran secara mandiri," ujarnya kepada TribunMadura.com, Selasa (21/4/2020).

"Untuk satu orang yang lolos merupakan pendaftar secara mandiri," imbuh dia.

Dijelaskan, banyaknya jumlah pendaftar pada gelombang pertama yang tidak lolos dimungkinkan karena kuota pendaftaran sangat terbatas, sehingga secara otomatis tidak mendapatkan bagian.

Sementara, untuk kuota pendaftar kartu prakerja di setiap daerah jumlahnya tidak ditentukan, dalam arti pendaftaran tersebut menggunakan sistem siapa yang cepat dia yang dapat.

"Jadi masyarakat yang ingin mendapatkan Kartu Pra Kerja berlomba-lomba untuk mendaftar," jelas Heru.

Guru di Madura yang Datangi Rumah Murid Satu Persatu untuk Mengajar Dapat Bantuan dari Anggota DPR

Heru menyampaikan penyebab para pendaftar tidak kebagian kuota karena jaringan untuk masuk ke portal pendaftaran sulit dijangkau sehingga terlambat untuk mendaftar.

Bahkan, dari beberapa orang yang datang ke kantor diskumnaker untuk meminta pendampingan tidak sepenuhnya lancar dalam mendaftar karena sulitnya masuk ke portal pendaftaran.

"Jadi kami berharap agar jaringannya diperbaiki sehingga saat melakukan pendampingan bisa mengakses dengan lancar," ucapnya.

Lebih lanjut, pihaknya mengaku khawatir mengalami kejadian yang sama pada saat pendaftaran gelombang kedua.

"Semoga saja jaringan masuk ke portal sepenuhnya normal sebab, sistem pendaftaran ini berlomba-lomba," pungkasnya.

Karyawan Cafe di Pamekasan Ini Tetap Terima Gaji Meski Tempat Kerjanya Ditutup Akibat Virus Corona

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved