Berita Surabaya

Beredar di Facebook Video Korban Begal Terkapar di Terminal Bratang Surabaya, Begini Kata Polisi

Video yang diunggah di akun Facebook itu memperlihatkan seorang pemuda tengah diberi penanganan pertama oleh Tim Gerak Cepat dan polisi.

Facebook Ahmadi Brenk
Tangkapan layar video yang diunggah akun Facebook Ahmadi Brenk, Senin (20/4/2020) malam. 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Viral di media sosial sebuah video memperlihatkan seorang pemuda tengah diberi penanganan pertama oleh Tim Gerak Cepat dan polisi.

Video berdurasi 0:26 detik itu diunggah oleh akun Facebook bernama Ahmadi Brenk pada Senin (20/4/2020) malam.

Dalam postingan yang dilihat oleh 25 ribu pengguna lebih itu, tertulis "Innalillahi Wainna ilaihi roji'uun... Kembali begal beraksi.

Layanan Antar Paket di Stasiun Malang Turun hingga 26 Persen, Virus Corona Disebut Jadi Pemicunya

Guru di Madura Ini Rela Tempuh 22 Kilometer untuk Datangi Rumah Murid Satu Persatu, Kisahnya Viral

Gelar Salat Tarawih Berjemaah saat Ramadan, Masjid Agung Asy Syuhada Pamekasan Butuh Thermal Scanner

"Korban begal Terminal Bratang Surabaya,"

"20 april 2020," kata akun Ahmadi Brenk.

Selain itu, dalam rekaman video tersebut perekam menyebut jika kejadian terjadi di depan Terminal Bratang, dekat Mapolsek Gubeng, Kota Surabaya.

Kapolsek Gubeng, Kompol Naufil menegaskan jika video tersebut adalah hoaks.

Kata dia, rekaman video itu bukanlah korban begal.

Tetapi, video itu merupakan korban penganiayaan dan kini sudah ditangani polisi.

Di Tulungagung, Pendonor Darah Bisa Dapat Paket Sembako hingga Setrika Listrik Gratis, Simak Caranya

Bahkan, kejadian dalam rekaman video itu terjadi satu minggu yang lalu, Senin (13/4/2020) dini hari.

"Itu tidak benar, kejadian itu bukan begal, melainkan pengeroyokan," kata Naufil, Selasa (21/4/2020).

"Tidak ada barang berharga korban yang hilang," sambung dia.

"Korban sudah melaporkan saat kejadian itu seminggu lalu. Dan sudah kami selidiki," tambahnya.

Naufil menyayangkan, di tengah pandemi virus corona seperti ini, banyak bermuncilan hoaks, yang membuat resah warga Kota Surabaya.

"Ya, kami menyayangkan masih ada orang tidak bertanggung jawab di tengah wabah pandemi ini masih memproduksi hoax," tandasnya.

Hari Pertama Lumbung Pangan Jatim Dibuka, Ada 800 Orang Pakai Layanan Belanja Online Gratis Ongkir

Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved