Virus Corona di Bangkalan
Hasil Rapid Tes Positif, Anggota DPRD Bangakalan Ogah Dikarantina, Sebut Dirinya Ingin Ngantor
Hasil rapid test positif Covid-19, anggota DPRD Bangkalan enggan untuk dikarantina. Ia mengungkapkan hanya ingin bekerja
Ia mengaku heran karena hingga pukul 19.00 WIB dirinya belum juga mendapatkan kabar terkait hasil rapid tes yang telah ia jalani di siang hari.
Selain itu, Mahmudi mengaku tidak mendapatkan lembaran detil keterangan terkait hasil dari kegiatan rapid tes yang dilakukan Dinas Kesehatan Bangkalan.
"Di manapun hasilnya pasti keluar dalam bentuk lembaran, saya tunjukkan hasil lab dari Siloam," ungkap dia.
"Saya tanya yang di sini, apa jawabnya, tidak ada karena dalam waktu 15 menit sudah terhapus, buram," tegasnya.
Selain perbedaan hasil tes, Mahmudi juga mempertanyakan alat rapid test yang digunakan pihak Gugus Tugas Covid-19 Bangkalan.
• Hilal Penentuan Awal Ramadan 2020 di Sampang Madura Tidak Terlihat, Matahari Tertutupi Awan Mendung
Ia berharap, Tim Gugus Tugas Covid-19 Bangkalan bekerja dengan selektif dan baik.
Alat yang dipakai, lanjutnya, harus sesuai rekomendasi WHO dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Saat akan dilakukan rapid test, Mahmudi mengaku ditawari petugas dua buah alat rapid tes.
Satu alat disebut politisi asal Kecamatan Arosbaya itu, tidak ada dalam daftar 15 alat rapid tes sesuai rekomendasi WHO dan Kemenkes.
"Sedangkan alat satunya merupakan bantuan dari propinsi, termasuk satu dari 15 alat yang direkomendasikan WHO dan Kemenkes," pungkasnya.
Usai pertemuan, Juru Bicara Humas Gugus Tugas Covid-19 Bangkalan Agus Zain mengungkapkan, pihaknya belum menemui kesepakatan dengan Mahmudi.
• Banyak Adegan Dewasa, Episode Lanjutan Drama Korea The World of the Married Diberi Label Usia 19+
"Kami menyarankan agar beliau berkenan melakukan swab di Balai Diklat, agar tidak terjadi kontroversi.
Namun Pak Mahmudi dengan haknya bertahan," ungkapnya di hadapan awak media.
Dengan situasi ini, lanjut Agus, Tim Gugus Tugas Covid-19 Bangkalan akan menggelar rapat internal sekaligus menyampaikan ke Bupati Bangkalan selaku Ketua Gugus Tugas Covid-19 Bangkalan.
Sementara itu, Ketua Satgas Covid-19 RSUD Syamrabu Bangkalan dr Catur Budi menyatakan, rapid tes merupakan skrining awal untuk mengetahui kadar potensi menuju Covid-19.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/petugas-dinas-kesehatan-kabupaten-bogor-menunjukkan-hasil-rapid-test.jpg)