Breaking News:

Virus Corona di Jawa Timur

Pemprov Jatim Aktifkan Pengetatan 8 Titik Pintu Masuk, Warga yang Nekat Mudik Dipaksa Putar Balik

Pemprov Jawa Timur sudah menerjunkan jajaran terkait untuk melakukan penjagaan di delapan titik pintu masuk Jawa Timur mulai hari Sabtu (25/4/2020).

TRIBUNMADURA.COM/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memastikan bahwa Pemprov Jatim akan lebih ketat dalam menyaring penduduk yang mudik untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19. 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memastikan bahwa Pemprov Jatim akan lebih ketat dalam menyaring penduduk yang mudik untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19

Pemprov Jawa Timur sudah menerjunkan jajaran terkait untuk melakukan penjagaan di delapan titik pintu masuk Jawa Timur mulai hari ini, Sabtu (25/4/2020).

Delapan pintu masuk ini merupakan pintu masuk yang menjadi gerbang arus kendaraan dari arah kawasan zona merah yang sudah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jabodetabek.

5 Kasus Baru Positif Covid-19 di Kabupaten Mojokerto, Mulai Kadinkes, Pasutri hingga Tenaga Medis

Pertahankan Status Zona Hijau Covid-19 di Jatim, Pemkab Sampang Tiadakan Posko Mudik

Doa Buka Puasa Ramadhan 1441H/2020 Hari ke-2, Simak Juga Manfaat Konsumsi Kurma saat Berbuka Puasa

“Kami sudah koordinasi dengan Polda Jatim, serta Kodam V Brawijaya. Larangan mudik ini dari pemerintah berlaku per 24 April 2020 - 31 Mei 2020. Maka kami melakukan penjagaan,” kata Khofifah Indar Parawansa, Sabtu (24/4/2020). 

Delapan titik yang disekat antara lain perbatasan Tuban, Bojonegoro-Cepu, Ngawi-Mantingan-Sragen jalur biasa, Ngawi-Mantingan-Sragen jalur tol, Magetan-Larangan, Ponorogo-Wonogiri, Pacitan-Wonogiri, dan Pelabuhan Ketapang-Banyuwangi. 

Check point lainnya juga dilakukan di Terminal Bus Kertonegoro, Ngawi dan Terminal Bus Kembang Putih, Tuban. 

"Langkah pengecekan yang dilakukan mulai dari dokumen perjalanan, penggunaan masker, physical distancing, dan pemeriksaan suhu tubuh," ungkap Khofifah Indar Parawansa

Hingga Kamis (23/4/2020), tercatat sekitar 374.430 orang yang terkonfirmasi mudik. Baik melalui transportasi laut yakni kapal, kereta api, kendaraan roda empat seperti bus AKAP, serta transportasi udara yakni pesawat.

"Mereka harus melewati proses screening berlapis dan ketat. Jika sudah berlaku efektif maka tidak ada yang bisa lolos karena semua pintu telah dijaga," imbuhnya.

Terkait sanksi tegas bagi mereka yang melanggar, Khofifah Indar Parawansa menuturkan akan mulai efektif per 7 Mei 2020. Untuk saat ini para pemudik yang kedapatan melanggar akan diminta untuk memutar dan kembali ke daerah asal perjalanan. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved