Virus Corona di Sampang

Balap Liar di Tengah Ramadan dan Pandemi Covid-19 di Sampang Bikin Warga Resah

Di tengah wabah virus corona, sebagian pemuda di Sampang, Madura justru melakukan balap liar. Balap liar itu tak hanya dilakukan saat menjelang sahur

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Suasana saat balap liar di Jalan Raya Desa Pengarengan Kecamatan Pengarengan Kabupaten Sampang, Madura (27/4/2020) dini hari. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Di tengah wabah virus corona, sebagian pemuda di Sampang, Madura justru melakukan balap liar.

Balap liar itu tak hanya dilakukan saat menjelang sahur atau dini hari.

Tapi juga dilakukan saat menjelang berbuka.

Warga merasa resah karena adanya balap liar tersebut.

Ditengah pandemi virus corona (Covid-19) Jalan raya di Desa Pengarengan Kecamatan Pengarengan Kabupaten Sampang, Madura dijadikan lintasan ajang balap liar.

Kendaraan Plat Nomor Polisi Selain L dan W yang Ingin Masuk ke Kota Surabaya Wajib Punya Syarat Ini

Download Lagu Aisyah Istri Rasulullah - Sabyan, Divokali Nissa Sabyan Lengkap Lirik dan Chord Gitar

Sehingga warga sekitar mengeluhkan dengan adanya peristiwa tersebut lantaran selain membahayakan pengendara lain saat melintas, kegiatan itu akan menjadi area potensi penyebaran Covid-19.

Salah satu warga Desa Pengarengan Abdus (42) mengatakan, bahwa balap liar itu terjadi kemarin (27/4/2020) sekitar pukul 02.00 WIB menjelang sahur.

Menurutnya, balap liar itu menjadi kegiatan buruk yang sering dilakukan oleh muda-mudi  pada saat bulan suci ramadhan.

"Tidak hanya dilakukan pada dini hari, sore hari menjelang berbuka puasa para muda-mudi juga sering menggelar balap liar," ujarnya kepada TribunMadura.com, Selasa (28/4/2020).

Jika tidak ditindak lanjuti oleh pihak terkait, ia mengaku khawatir kecelakaan pada bulan suci ramadhan tahun kemarin akan terjadi lagi dengan memakan korban jiwa warga sekitar.

"Pada saat itu yang meninggal adalah saudara teman saya yang langsung meninggal dilokasi karena ditabrak langsung oleh salah satu pembalap liar," terangnya.

Sehingga, Abdus berharap balap liar yang ada di desanya tersebut berharap kepada pihak terkait terutama pihak kepolisian selaku petugas yang berwenang melakukan upaya penyisiran.

Bolehkah Pekerja Luar Kota Masuk ke Surabaya saat PSBB Berlangsung? Ini Jawaban Polrestabes Surabaya

Hari Pertama PSBB Surabaya, Pengendara Luar Kota yang Tak Lolos Syarat Jalan Dipaksa Putar Balik

Pasalnya, pada saat balap liar terjadi tidak ada satupun petugas kepolisian berjaga atau melakukan upaya pengusiran sehingga, para muda-mudi leluasa melakukan balap liar.

"Tidak hanya saya saja yang menginginkan balap liar itu ditindak tegas, pastinya keluarga korban yang tahun sebelumnya meninggal juga menginginkannya," ucapnya

"Jadi saya berharap kepada pihak kepolisian untuk melakukan upaya terkait adanya balap liar itu," imbuh Abdus.

Sementara Kepala Satuan Polisi Lalulintas (Kasatlantas) Polres Sampang, AKP Ayip Rizal mengklaim, jika dirinya sering melakukan patroli pada waktu menjelang sahur dan berbuka puasa di Jalan Raya Desa Pengarengan untuk meminimalisir adanya balap liar.

Namun, saat tiba di lokasi tidak menemukan para pembalap liar karena sudah mengetahui kedatangannya.

"Pintar juga mereka, mereka nanem orang dibeberapa titik sehingga setelah melihat pergerakan polisi mereka langsung telfon, maka dari itu kami berkoordinasi dengan satreskrim untuk menyelidiki," tuturnya.

Namun, pihaknya berjanji untuk kedepannya akan terus melakukan penyisiran melalui koordinasi dengan Satreskrim Polres Sampang untuk mencari cara mendapatkan para pelaku balap liar serta kendaraanya di Desa Pengarengan.

AKP Ayip Rizal menuturkan, akan bertindak tegas kepada pelaku balap liar jika tertangkap dengan cara mengamankannya.

"Kami akan mengamankannya dengan ketentuan tidak boleh keluar sampai mampu melengkapi surat-surat dan onderdil kendaraan yang ditungganginya saat balap liar," tegasnya.

"Tidak hanya pengemudi balap liar yang akan kita beri ketegasan, melainkan para penonton akan kami tindak tegas," imbuhnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved