Breaking News:

Virus Corona di Nganjuk

Pedagang Takjil di Nganjuk Boleh Jualan saat Ramadan, Tapi Wajib Pakai Masker dan Jaga Jarak Jualan

Para pedagang takjil di Kelurahan Warujayeng Kabupaten Nganjuk banyak yang tidak memakai masker saat berjualan.

Dok Polres Nganjuk
Tim gabungan Forpimka Tanjunganom Kabupaten Nganjuk saat menggelar penertiban pedagang takjil dengan memakaikan masker. 

TRIBUNMADURA.COM, NGANJUK - Pedagang takjil dadakan di wilayah Kelurahan Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, menjadi target sasaran penegakan kebijakan physical distancing.

Sebab, di sana, para pedagang takjil banyak yang tidak memakai masker saat berjualan.

Mereka juga tidak mematuhi jarak berjualan sehingga menimbulkan kerumunan masyarakat.

PSBB Berlaku Mulai Hari Ini, Bus Jurusan Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik Tidak Lagi Beroperasi

Bupati Malang Berencana Ajukan PSBB, Siap Gelar Koordinasi dengan Kepala Daerah di Malang Raya

Satu Warga Kabupaten Nganjuk Dinyatakan Positif Corona Setelah Tertular Orang Tua

Kapolsek Warujayeng, Kompol H Edy Hariadi menjelaskan, penegakan kebijakan physical distancing yang dilaksanakan jajaran Polsek Warujayeng bersama Forpimka Tanjunganom dalam rangka pencegahan penyebaran virus corona.

Dalam penertiban para pedagang takjil dadakan tersebut, pihaknya langsung meminta ada jarak minimal 5 meter di antara pedagang.

"Kami peduli kepada kesehatan dan keselamatan masyarakat," kata Edy Hariadi, Senin (27/4/2020).

"Makanya setiap saat kami selalu berupaya menerapkan imbauan pemerintah serta terus menerus mensosialisasi dan mengedukasi masyarkat tentang virus corona yang cukup berbahaya itu," sambung dia,

Dijelaskan Edy Hariadi, di wilayah Warujayeng sendiri yang cukup ramai setiap menjelang berbuka puasa seperti sekarang ini menjadi perhatian serius Forpimka Tanjunganom.

Ini setelah dilapangan selain banyak warga yang tidak memakai masker juga banyakya warga yang membeli makanan takjil telah menimbulkan kerumunan.

Tak Punya Riwayat Perjalanan Karena Terkendala Kondisi, Nenek di Kota Batu Terjangkit Virus Corona

Jumlah Kasus Virus Corona di Kabupaten Kediri Capai 25 Orang, Ada Tambahan 4 Pasien dari 2 Kecamatan

Hhal itu jelas melanggar kebijakan physical distancing pencegahan penyebaran virus corona.

Sementara Camat Tanjunganom, Edie Srijanto menambahkan, pihaknya sudah melakukan berbagai bentuk sosialisasi dengan memasang berbagai pengumuman di baliho maupun spanduk.

Dalam pengumuman itu, ia mengimbau masyarakat menjalankan kebiajakan protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus corona, mulai dari cuci tangan, pakai masker, dan sebagainya.

"Dan upaya sosialisasi intensif terus kami lakukan tanpa henti demi kesehatan dan keselamatan warga," kata dia.

"Termasuk menertibkan pedagang takjil buka puasa dadakan di sekitaran pasar Warujayeng yang harus tetap jaga jarak," tambahnya.

"Dan semuanya harus memakai masker," tutur Edi Srijanto. (aru/Achmad Amru Muiz)

Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Semak-Semak Jalan, Ari-Arinya Masih Menempel

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved