PSBB di Surabaya
Hari Kedua PSBB Surabaya, Lalu Lintas Kendaraan di Bundaran Waru Relatif Lancar Dibanding Kemarin
Lalu lintas di pintu masuk Kota Surabaya hari kedua penerapan PSBB relatif lancar dibanding hari pertama.
Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Lalu lintas di pintu masuk Kota Surabaya pada hari kedua penerapan PSBB tampak relatif lancar, Rabu (29/4/2020).
Tak ada penumpukan kendaraan terlihat sebagaimana yang sempat terjadi pada hari pertama penerapan PSBB Surabaya.
Pantauan TribunMadura.com di Bundaran Waru, personel gabungan yang bertugas langsung mengarahkan kendaraan sesuai dengan klasifikasinya.
• Penumpukan Massa di Bundaran Waru pada Hari Pertama PSBB, Pemprov Jatim Bahas Pembagian Jam Kerja
• Mega Proyek Pengadaan Masker Senilai Rp 7,5 Miliar di Kabupaten Pasuruan Diduga Tidak Tepat Sasaran
• Petugas Pasar Rakyat Rongtengah Sampang Positif Virus Corona Via Rapid Test, Ini Kata Tim Satgas
Kendaraan roda dua dan roda empat langsung dipilah dan diarahkan petugas.
Roda dua discreening di frontage Jalan Ahmad Yani dengan memilah kendaraan berdasarkan nopol, yakni plat nomor L atau W dan plat nomor non L atau W serta memeriksa yang berboncengan.
Sedangkan roda empat discreening di jalan utama Ahmad Yani dengan rekayasa empat lajur untuk memperlancar kendaraan saat proses screening.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad mengatakan, hari kedua ini memang relatif lancar.
Salah satunya sebabnya lantaran warga termasuk dari luar kota telah banyak mengetahui terkait penerapan PSBB Surabaya. Sehingga juga mempengaruhi volume kendaraan.
• Hari Pertama PSBB, Surabaya Masih Sumbang Tambahan Kasus Virus Corona Terbanyak di Jawa Timur
• Istri Dikirimi Foto Tak Senonoh, Suami di Gresik Aniaya hingga Tusuk Pria Karena Merasa Kesal
"Sudah banyak yang mengetahui, bahwa Surabaya sudah PSBB," kata Irvan di lokasi.
Lancarnya PSBB Surabaya hari kedua ini juga lantaran rekayasa yang diterapkan oleh petugas.
Rekayasa dengan memilah kendaraan berdasarkan klasifikasi tertentu juga mempengaruhi teknis di lapangan.
Teknisnya juga disempurnakan, bagi kendaraan pelat L atau W yang telah sesuai ketentuan, seperti memakai masker dan tak berboncengan atau tak tak melebihi ketentuan muatan pada roda empat relatif lebih cepat.
Meskipun, proses screening ketat tetap terus dilakukan petugas.
• Anggaran Dana Pembelian Thermal Gun di Kota Batu Seharga Rp 7.6 Juta per Unit, Dinilai Janggal DPRD