Berita Surabaya

Densus 88 Geledah Ekspedisi Tempat Kerja Terduga Teroris di Surabaya, Polisi Sita Laptop hingga CCTV

Tim Densus 88 Antiteror Polri dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak menggeledah sebuah gudang ekspedisi yang diduga tempat kerja terduga teroris.

TRIBUNMADURA.COM/FIRMAN RACHMANUDDIN
Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak menggeledah sebuah gudang ekspedisi yang diduga tempat kerja terduga teroris JH alias AF di Jalan Kunti Nomor 72 Surabaya, Kamis (30/4/2020). 

TRIBUNMADURA/COM, SURABAYA - Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak menggeledah sebuah gudang ekspedisi yang diduga tempat kerja terduga teroris JH alias AF di Jalan Kunti Nomor 72, Kota Surabaya, Kamis (30/4/2020).

Berdasarkan pantauan TribunMadura.com, penggeledahan gudang ekspedisi itu dilakukan selama hampir tiga jam.

Kapolsek Semampir, Kompol Agus Ariyanto mengatakan jika pihaknya hanya melakukan pengamanan lokasi dari kerumunan warga.

"Kami hanya mengamankan di luar,kalau di dalam itu Densus," singkat Kompol Agus Ariyanto, Kamis (30/4/2020).

Polisi Obok-obok Gudang Bekas Markas Teroris di Surabaya, Akses Radius 200 Meter Ditutup

Tebing Setinggi 50 Meter di Magetan Longsor Diterjang Hujan Deras, Rumah Warga di 4 Dusun Terisolir

Perampok Lubangi Tembok Belakang Toko Emas di Jenggawah Jember, Pernah Beraksi di Pekalongan Jateng

 

Sementara itu, ketua RT setempat, Ridhoi (66) yang menyaksikan proses penggeledahan itu mengatakan ada sejumlah barang yang dibawa oleh polisi dari ruang kerja Anto alias Abdullah Yanto alias Syech (30) warga Tawangsari Barat, Taman,Sidoarjo itu.

"Ada Laptop, kemudian seperti dokumen pengiriman barang, sama CCTV,"kata Ridhoi.

Sementara itu, ditanyanterkait aktifitas Abdullah, Ridhoi mengatakan jika terduga teroris itu dikenal baik dan suka bergaul.

"Orangnya suka nyapa. Baik sekali. Kalau sholat di mushola itu kadang dia imamnya. Saya yang adzan. Gak nyangka sama sekali kalau memang terlibat itu (terorisme)," tambahnya.

Saat ini, pantauan TribunMadura.com tidak terlihat aktivitas apapun di gudang ekespedisi tersebut.

Kondisi gudang ekpedisi itu terlihat lengang dan hanya sekitar tiga orang yang ada di dalam. Logo koperasi yang terpampang di depan pagar pun telah dicopot.

Berbeda saat proses penangkapan Abdullah bersama dua orang terduga teroris lainnya yakni M Juher dan Ita, Kamis (23/4/2020) lalu masih terlihat aktifitas pekerja ekspedisi menurunkan barang.

Perampok Toko Emas di Jember Beraksi saat Warga Sedang Salat Tarawih, Sempat Ancam Bunuh Polisi

Modus Ajak Jalan-Jalan Sambil Naik Motor, Siswi SMA di Situbondo Malah Digilir 4 Pria di Kebun Tebu

Tebing Setinggi 50 Meter di Magetan Longsor Diterjang Hujan Deras, Rumah Warga di 4 Dusun Terisolir

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved