PSBB di Sidoar

7 Hari PSBB Sidoarjo, Polisi Sebut Kesadaran Warga Masih Kurang, Tokoh Masyarakat Harus Beri Support

Kapolres berharap, posko di desa-desa bisa lebih maksimal dalam membantu pelaksaan PSBB. Dengan demikian, penyebaran Covid-19 bisa ditekan.

TRIBUNMADURA.COM/M TAUFIK
Polisi menertibkan warung di kawasan Sidokare, Sidoarjo, Selasa dinihari. Di tempat ini dan beberapa lokasi lain, masih kerap ada aktivitas ketika jam Malam. Bukti bahwa kesadaran masyarakat masih kurang selama penerapan PSBB di Sidoarjo. 

Dan yang paling penting, kesadaran masyarakat.

"Ketika masyarakat masih terus seperti ini. Nongkrong di warung, berkerumun, beraktivitas di luar rumah dan sebagainya, PSBB tidak akan bisa maksimal," lanjutnya.

Dari data penyebaran yang ada, kawasan Waru terbilang paling parah.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar Mengenang Nyanyi Satu Panggung Bersama Didi Kempot

Bersiap Pulang ke Rumah, Ini Kondisi 3 Pasien Corona yang Dirawat di RSUD Dr Sosodoro Djatikoesoemo

Satgas Covid-19 Bakal Cabut Status Karantina Wilayah di Desa Jabalsari Tulungagung Kamis Besok

Jumlah pasien positif dan PDP terus naik. Bahkan menyalip Kota Sidoarjo.

Itu juga terkait kondisi warga. Evaluasi polisi menyebut, warga di sana paling susah diatur. Seolah tak peduli dengan kondisi.

Dalam pemberlakuan jam malam, setiap hari ada saja yang terjaring penindakan di sana.

Nongkrong-nongkrong dan sebagainya.

Melihat kondisi itu, kawasan Waru bakal menjadi prioritas. Mulai sekarang, daerah itu bakal lebih ketat pengawasan dan penertibannya.

Hal serupa disampaikan Kasatpol PP Sidoarjo, Widiyantoro Basuki. Pihaknya juga bakal lebih intens memelototi kawasan merah, terutama Waru.

"Warung dan sebagainya yang sudah terjaring, jika mengulangi lagi tetap beroperasi saat jam Malam, akan ditindak tegas," kata dia.

Halaman
123
Penulis: M Taufik
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved