Berita Surabaya

Bujuk Rayu Kakek Surabaya Cabuli Anak Tetangga, Awalnya Iming-Imingi Uang Rp 10 Ribu hingga Makanan

Kakek itu memberikan iming-imingi korban dengan uang Rp 10 ribu untuk melakukan aksinya.

CGN089/Shutterstock
ilustrasi - Bujuk Rayu Kakek di Surabaya Cabuli Anak Tetangga, Awalnya Iming-Imingi Uang Rp 10 Ribu hingga Makanan 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya menangkap seorang kakek bernama Dadang Rastiana (62).

Kakek itu ditangkap Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya karena tega melakukan pencabulan terhadap anak tetangganya sendiri yang masih berusia 12 tahun, berinisial M.

PS Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Harun menjelaskan, tersangka memberikan iming-imingi korban dengan uang Rp 10 ribu untuk melakukan aksinya.

Pedagang Pasar di Sukolilo Surabaya Positif Virus Corona, Operasional Pasar Ditutup selama Dua Pekan

Pulang dari Pasar Wonokromo, Pedagang Sayur di Surabaya Dijambret, Korban sampai Terjerembab

Warga Satu Gang di Kediri Lakukan Isolasi Mandiri, Gara-Gara Ada Orang yang Hasil Rapid Test Reaktif

Iptu Harun menyebut, dengan uang itu, tersangkamemanggil korban untuk datang ke rumahnya.

"Korban saat bermain di dekat rumah tersangka itu tiba-tiba dipanggil oleh tersangka," kata Iptu Harun, Kamis (7/5/2020).

"Awalnya diberi iming-iming makanan terus dikasih uang Rp 10 ribu," sambung dia.

"Tapi kemudian diciumi bibirnya sambil kemaluan korban dimasuki jari tersangka," tambahnya.

Terbongkarnya pencabulan itu setelah M bercerita kepada orang tuanya.

kakek Dadang Rastiana (62) saat menjalani pemeriksaan di Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya, Kamis (7/5/2020).
kakek Dadang Rastiana (62) saat menjalani pemeriksaan di Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya, Kamis (7/5/2020). (ISTIMEWA/TRIBUNMADURA.COM)

Spoiler Episode 13 Drama Korea The World of The Married, Anak Ji Sun Woo dan Lee Tae Oh Kleptomania

"Berdasarkan keterangan korban ke orang tua, akhirnya orang tua korban melaporkan kepada kami," tambah Harun.

Dari pengakuannya, aksi tak senonoh Dadang itu dilakukan sejak Juli tahun 2019 hingga Februari 2020, sampai ia ditangkap pada Rabu (1/4/2020).

Akibat perbuatannya, pria pensiunan PT Rajasa yang kini memilikiusaha toko kelontong di rumahnya itu terancam hukuman penjara selama 18 tahun.

Ia disangkakan melanggar pasal 82 UU RI No. 17 Th 2016 Jo Pasal 76E UU RI No. 35 Th 2014 Tentang Perubahan kedua UU RI No. 23 Th 2002 Tentang Perlindungan Anak.

Bupati Sampang Ngamuk ke Tiga Kepala Dinas, Temukan Warga Miskin Tak Tercover Bantuan Sosial

Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved