Breaking News:

PSBB di Surabaya

Gubernur Jatim Khofifah Ungkap PSBB Surabaya, Gresik dan Sidoarjo Bakal Diperpanjang, ada yang Beda

PSBB di Surabaya raya yang meliputi Surabaya, Gresik dan Sidoarjo bakal diperpanjang. PSBB tahap kedua ini akan berbeda dibandingkan yang pertama.

TRIBUNMADURA.COM/M TAUFIK
Ilustrasi pemeriksaan PSBB di Surabaya Raya 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA  - PSBB di Surabaya raya yang meliputi Surabaya, Gresik dan Sidoarjo bakal diperpanjang.

Perpanjangan PSBB di Surabaya raya ternyata tak memerlukan izin pada pemerintah pusat.

PSBB tahap kedua ini akan berbeda dibandingkan yang pertama.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan pemberlakuan PSBB Surabaya Raya akan diperpanjang 14 hari lagi.

Khofifah mengungkapkan dalam perpanjangan PSBB Surabaya Raya ini tidak perlu mengajukan surat ke Kementerian Kesehatan lagi karena sudah menjadi otoritas kepala daerah yang sudah mengajukan PSBB pada periode pertama.

"Sama-sama kita menyetujui akan ada perpanjangan PSBB di wilayah Gresik, Surabaya dan Sidoarjo.

Daftar Harga iPhone pada Mei 2020, iPhone 7 Hingga iPhone 11, iPhone SE Generasi Kedua Sudah Rilis

Dua Jambret Gasak Tas Wanita, Warga Mengejar dan Berujung Nahas, Satu Jambret Tewas Dihajar Massa

Spoiler Episode 14 Drama Korea The World of the Married, Yeo Da Kyung Rebut Hati Anak Ji Sun Woo

Perpanjangan ini dimulai dari tangal 12 sampai 25 Mei, karena PSBB tahap satu berakhir 11 Mei," kata Khofifah usai Rakor di Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Sabtu (9/5/2020).

Rakor tersebut dihadiri Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto, dan Plt Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin.

Khofifah menyebutkan beberapa hal yang mendasari diperpanjangnya PSBB Surabaya Raya adalah karena 70 persen infeksi Covid-19 dari pasien yang positif bisa lebih dari 14 hari.

"Oleh karena itu 14 hari untuk masa PSBB dilakukan oleh epidimiologi ini tidak cukup untuk bisa menjamin berhentinya covid," kata Khofifah,

Dalam penerapan PSBB Surabaya Raya tahap kedua ini akan ada penindakan yang lebih represif dan masif kepada pelanggar poin-poin PSBB.

"Tadi ada evaluasi terkait cek poin trus bagaimana ada psychal distancing baik di perusahaan maupun di pasar dan juga penindakan yang akan lebih tampak pada PSBB tahap dua," lanjut Mantan Mensos ini.

Sebagai contohnya, dalam Rakor tersebut, lanjut Khofifah sempat di bahas akan adanya penindakan berupa tidak mendapatkan akses untuk memperpanjang SIM dan SKCK sampai enam bulan.

"Tentu prinsipnya adalah bagaimana kepatuhan dan kedisiplinan secara konsisten.

Keluar rumah wajib gunakan masker di luar rumah wajib psychal disntace. Jadi kepatuhan dan kedisiplinan menjadi faktor utama bagaimaan kita mencegah penyebaran Covid-19," ucap Khofifah.

Daftar Promo Indomaret Weekend 9 Mei 2020, Tersedia Hingga 10 Mei 2020, Belanja Nontunai Lebih Hemat

Bacaan Bilal dan Bacaan Doa Setelah Salat Tarawih atau Doa Kamilin, Mudah Dibaca dan Dilengkapi Arti

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved