Breaking News:

Virus Corona di Jawa Timur

Berbeda dengan Wuhan dan Singapura, Batuk dan Pilek Jadi Gejala Menonjol Dalam Kasus Covid-19 Jatim

Gejala paling menonjol dalam kasus Covid-19 di Jawa Timur adalah batuk dan pilek. Berbeda dengan di Wuhan yang gejalanya demam, batuk, dan sesak napas

SHUTTERSTOCK
Batuk merupakan gejala infeksi pneumonia misterius di China. 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, Joni Wahyuhadi mengungkapkan gejala paling menonjol dalam kasus Covid-19 di Jawa Timur adalah batuk dan pilek.

Hal ini berbeda dengan kasus di Wuhan, Shanghai, Washington, dan Singapura yang mayoritas gejalanya adalah demam, batuk, dan sesak napas

"Genomnya yang diketahui sampai sekarang ada A, B, C. Ternyata di sini yang B. Sehingga memberikan gejala yang berbeda dengan yang di Eropa," kata Joni Wahyuhadi, Selasa (12/5/2020).

7 TKI Ilegal asal Pamekasan Meninggal Dunia di Tempat Kerja, P4TKI Pastikan Bukan karena Covid-19

Pasien Covid-19 di Kabupaten Madiun Bertambah Jadi 14 Orang, Terbanyak dari Klaster Ponpes Temboro

Pasien Positif Covid-19 di Kota Madiun Bertambah Jadi 2 Orang, Berasal dari Kelurahan Nambangan Lor

Paparan perkembangan terkini kasus Covid-19 di Jatim, Selasa (12/5/2020)
Paparan perkembangan terkini kasus Covid-19 di Jatim, Selasa (12/5/2020) (TRIBUNMADURA.COM/SOFYAN CANDRA ARIF SAKTI)

Gejala paling banyak di Jatim, lanjut Joni, 52,1 persen adalah mengalami batuk kemudian 35,1 persen pilek dan barulah demam  26,2 persen.

"Padahal yang di Wuhan itu (mayoritas) demam bukan batuk. (Tapi di Jatim) Demam nomor tiga. Sesak nafas. Kalau sudah sesak nafas sudah sakit sedang ke arah berat," lanjutnya.

Setelah sesak nafas, gejala yang paling banyak adalah lemah, menggigil, sakit tenggorokan, sakit otot, mual dan muntah, sakit kepala, sakit perut, lalu terakhir diare.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak mengatakan bahwa dengan adanya data tersebut diharapkan masyarakat untuk lebih waspada.

"Kita sadari bahwa dari sekian banyak kasus yang disampaikan ada batuk tapi tidak sampai sesak nafas, bahkan dari kasus positif yang disurvei, hanya 50 persen yang menyatakan mengalami gejala batuk. Jadi banyak yang dites positif tapi merasa dirinya baik-baik saja, inilah makannya kita harus melakukan kewaspadaan setinggi mungkin," kata Emil.

Hal ini lanjut Emil, tidak seperti apa yang diketahui publik bahwa pada umumnya bahwa  gejala dari Covid-19 adalah mengalami kesulitan bernapas.

Sampang Masuk Zona Merah Corona, Pasien Pertama Bekerja Sebagai Satpam di Pasar Rakyat Rongtengah

RS Jiwa Menur Surabaya Rawat Pasien Pertama Orang Gangguan Jiwa Berstatus PDP Corona

Hasil Rapid Test 150 Pedagang Pasar Baru Tuban dan Pasar Pramuka, Gugus Tugas: Ada yang Reaktif

Penulis: Sofyan Candra Arif Sakti
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved