Breaking News:

Berita Surabaya

7 Muncikari Bandung Pasarkan Wanita Via Aplikasi, Kerap Berpindah Tempat, Digerebek Polisi di Hotel

Tujuh muncikari asal Bandung sudah satu pekan tinggal di sebuah hotel yang terletak di Surabaya Timur.

Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/FIRMAN RACHMANUDDIN
Subnit Vice Control (VC) Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya menangkap tujuh muncikari asal Bandung, Jawa Barat di salah satu hotel, Sabtu (25/4/2020) lalu. 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Subnit Vice Control (VC) Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya menangkap tujuh muncikari asal Bandung, Jawa Barat di salah satu hotel, Sabtu (25/4/2020) lalu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunMadura.com, ketujuh muncikari tersebut sudah satu pekan tinggal di sebuah hotel yang terletak di Surabaya Timur.

Bisnis prostitusi online ini dibangun sejak enam bulan lalu dan mereka menawarkan jasa dan layanan seks melalui aplikasi mi chat.

Siapa sangka, jika setiap bulan mereka nomaden atau berpindah-pindah tempat dengan menyasar kota-kota besar di Indonesia.

Kota Bandung, Kota Jakarta, Pulau Bali dan Kota Makassar adalah lokasi-lokasi yang mereka pilih untuk menawarkan pekerja seks komersial (PSK) dan memberikan layanan seksual.

Dihack, Akun FB Kepala Kesga dan Gizi Dinkes Pamekasan Disalahgunakan untuk Pinjam Uang Rp 500 Ribu

Update Corona di Sampang Kamis 13 Mei 2020, Bertambah 3 Pasien, Kasus Positif Covid-19 Jadi 4 Orang

Tarif Muncikari Prostitusi Online Surabaya Rp 240 Ribu, Tawarkan Layanan Seks Pakai Aplikasi Mi Chat

"Anak buah para tersangka ini dibawa dari Bandung, ada pula yang dari mulut ke mulut. Lalu kadang di tempat singgah itu mereka mencari perempuan untuk ditawari menjadi anak buahnya," kata Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Agung Kurnia Putra, Kamis (14/5/2020).

Ketujuh muncikari tinggal selama seminggu hingga dua minggu di sebuah kota demi menjangkau para pelangggan.

Setiap bulan, tujuh orang tersangka ini meraup untung sekitar Rp 5 juta hingga Rp 10 juta.

Meski dibilang cukup banyak pelanggan, para tersangka ini masih melakukan modus operandi aksi kejahatannya dengan sistem down payment untuk mengunci slot layanan seks.

"Ya para pelanggan itu harus mentransfer sejumlah uang dulu sesuai tarir dan kesepakatan antara pelanggan dan muncikarinya. Sehari satu orang bisa layani 4 sampai 5 pelanggan," tandasnya.

Sebelumnya, polisi membongkar aksi prostitusi online tujuh muncikari itu di sebuah hotel kawasan Surabaya Timur, Sabtu, (30/4/2020).

Rampas HP Driver Taksi, 2 Pria Surabaya Ditangkap Polsek Sukolilo, Modusnya Pura-pura Tanya Alamat

Pria Trenggalek Gadaikan Belasan Mobil Rental Milik Temannya: Motif Terkuak, Begini Fakta Sebenarnya

Jelang PSBB Malang Raya, Khofifah Tinjau Safe House untuk Isolasi Pasien Covid-19 di Kepanjen

Mereka adalah Edwin Mariyanto alias Edwin (21) dan Aziz Haryanto (27), warga Jalan Asep Berlian Gang Saluyu, Kecamatan Cibeunying Kidul Bandung, Selvia Andriani (29), Kampung Rancalame, Kelurahan Tegal Luar, Kecamatan Bojongsoang Bandung, Akmal Muyassar Rahman alias Akmal (19), warga Sindangsari III, Kelurahan Antapani Wetan, Kecamatan Antapani Bandung; Diah Nuraeni (24), warga Jalan Baranang Siang, Kelurahan Kebonpisang, Kecamatan Sumur Bandung, Dadan (20), warga Bandung serta Edi Wiyono (30), warga Trenggalek.

Mereka terancam jeratan pasal 2 UU RI nomor 21 tahun 2007 dan atau pasal 269 KUHP dan atau pasal 506 KUHP tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved