Breaking News:

PSBB di Malang

Pemkot Malang Siapkan 18.000 Rapid Test Selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Malang Raya

Pemkot Malang menyiapkan 18.000 rapid test selama pembatasan sosial berskala besar atau PSBB Malang Raya.

TRIBUNMADURA.COM/MOHAMMAD RIFKY EDGAR
Wali Kota Malang, Sutiaji menyampaikan Dinas Kesehatan Kota Malang telah menyiapkan sebanyak 10.000 rapid test dari total 18.000 rapid test. 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Pemkot Malang menyiapkan 18.000 rapid test selama pembatasan sosial berskala besar atau PSBB Malang Raya.

Rapid test tersebut akan digunakan kepada masyarakat yang memiliki gejala atau tanda-tanda Covid-19.

Wali Kota Malang, Sutiaji menyampaikan Dinas Kesehatan Kota Malang telah menyiapkan sebanyak 10.000 rapid test dari total 18.000 rapid test.

Sedangkan sisanya yang berjumlah 8.000 sedang proses pemesanan.

Cara Mudah Mengecek Data Penerima Bantuan Sosial Melalui Online dan Aplikasi, Simak Langkahnya

Jadwal Acara TV Trans TV GTV RCTI SCTV Trans 7 Net TV Hari Ini Minggu 17 Mei 2020, Ada Film Titanic

Rampas HP Driver Taksi, 2 Pria Surabaya Ditangkap Polsek Sukolilo, Modusnya Pura-pura Tanya Alamat

"Jumlah itu di luar yang 2.000 rapid test kemarin. Jadi total ini akan kami siapkan selama PSBB berlangsung, dan bisa jadi jumlahnya terus bertambah," ucap Sutiaji kepada SURYAMALANG.COM, Sabtu (16/5/2020).

Rapid test tersebut akan digunakan untuk warga Kota Malang yang akan pulang kampung.

Terutama warga Kota Malang yang sebelumnya melakukan perjalanan dari daerah zona merah Covid-19.

Petugas akan mengecek kondisi tubuh warga itu di check point sebelum memasuki wilayah Malang Raya.

Bila mengalami gejala-gejala seperti Covid-19, maka akan dilakukan rapid test terlebih dahulu, sebelum dibawa ke tempat karantina yang telah disiapkan oleh Pemkot Malang.

"Pengecekan nanti harus dua kali. Yang pertama di check point, dan yang kedua di tempat karantina."

"Kalau reaktif langsung kita swab sembari menunggu hasilnya," sambung dr Husnul Muarif, Ketua Satgas Covid-19 Kota Malang

Rapid test nanti juga akan dipergunakan kepada para jamaah masjid dan para pedagang pasar.

Penggunaan rapid test ini baru digunakan apabila ada masyarakat yang memiliki gejala atau tanda-tanda yang mengarah ke Covid-19.

"Seperti beberapa hari kemarin kam sudah kami lakukan untuk di Pasar Gadang. Nanti akan dipergunakan lagi selama PSBB ini berlangsung," tandasnya.

Kerjasama Bantuan Pangan Kabupaten/Kota di Lingkup Bakorwil Bojonegoro Ditandatangani

Risma Beri Motivasi Pelajar SD dan SMP Surabaya Melalui Teleconference di Tengah Pandemi Covid-19

Pemkot Surabaya Gencar Lakukan Rapid Test Massal Pakai Metode Sarang Tawon, 9.773 Orang Diperiksa

Penulis: Mohammad Rifky Edgar
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved