Breaking News:

Berita Gresik

Kuasa Hukum MD akan Laporkan Nur Hudi ke BK DPRD Gresik, Ada Bukti 30 Menit Rekaman Suap Rp 1 Miliar

Kuasa hukum MD akan melaporkan anggota DPRD Gresik, Nur Hudi Didin Ariyanto ke badan kehormatan (BK) DPRD Gresik.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/WILLY ABRAHAM
Anggota DPRD Gresik, Nur Hudi Didin Ariyanto saat memberikan klarifikasi kepada awak media di kantor DPD NasDem, Kamis (14/5/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, GRESIK - Meski tersangka pencabulan MD (16) telah ditahan, Kasus siswi SMP yang kini hamil itu memasuki babak baru.

Kuasa hukum MD akan melaporkan anggota DPRD Gresik, Nur Hudi Didin Ariyanto ke badan kehormatan (BK) DPRD Gresik.

Sebab, Nur Hudi dianggap ikut campur karena sempat mendatangi korban dan keluarganya agar mau menyelesaikan kasus ini secara damai kekeluargaan. Meskipun laporan sudah masuk ke Polisi beberapa waktu lalu.

Kuasa Hukum MD, Abdullah Syafii, mengaku memiliki bukti kuat kedatangan Nur Hudi saat memengaruhi korban.

Nah bukti itu akan dilampirkan dan diserahkan ke BK DPRD Gresik.

Harga HP Samsung 18 Mei 2020, Galaxy A31 hingga Galaxy S20 Ultra Mulai Rp 4 Juta hingga Rp 21 Jutaan

Cuti Bersama Idul Fitri 2020 Ditiadakan, Pemkot Blitar Larang ASN Mudik Lebaran

Ramalan Zodiak 18 Mei 2020, Aries Kencan Membangkitkan Harapan, Taurus Bucin, Cancer Waspada Saingan

"Besok (Senin, 18 Mei 2020) yang kita lampirkan adalah rekaman pembicaraan Nur Hudi dengan keluarga korban dan bukti chatting si Nur Hudi berusaha menemui paman korban untuk menyelesaikan masalah ini dengan kekeluargaan," ucap Syafii kepada TribunMadura.com, Minggu (17/5/2020).

Di dalam bukti rekaman maupun screenshoot chat di Whatsapp, terdapat bukti Nur Hudi berusaha menawarkan iming-iming uang senilai Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar agar masalah yang menimpa siswi SMP itu diselesaikam secara kekeluargaan.

"Sekitar dua screenshoot WA dan rekaman 30 menit, dari awal Nur Hudi datang dan pulang direkam oleh korban," terangnya.

Syafii mengatakan agar BK menghukum Nur Hudi dengan sanksi yang berat. Karena apa yang dilakukan politisi NasDem itu dinilai terbukti melakukan indikasi suap.

"Sanksi berat pemberhentian. Intinya dia tidak memberikan endidikan yang baik di masyarakat," pungkas Syafii.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved