Breaking News:

Idul Fitri 2020

Rayakan Lebaran di Tengah Pandemi Covid-19, PDIP Surabaya: Tak Bersalaman Tapi Saling Memaafkan

DPC PDIP Kota Surabaya mengajak masyarakat menyambut Hari Raya Idul Fitri penuh syukur di pandemi Covid-19.

Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Ilustrasi ucapan selamat hari Lebaran Idul Fitri 

Memperkuat kohesivitas sosial harus diwujudkan dalam kerja gotong royong agar pandemi ini bisa dilalui.

Ambil tanggung jawab sesuai bidang masing-masing.

Warga harus disiplin menerapkan protokol kesehatan, mulai cuci tangan pakai sabun, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan orang, mengonsumsi gizi seimbang dan rajin olahraga.

Adi teringat istilah Halalbihalal pertama diperkenalkan Presiden Sukarno dan KH Wahab Chasbullah.

Masjid Agung Asy-Syuhada Tetap Gelar Salat Idul Fitri, Semua Jemaah Wajib Cuci Tangan & Pakai Masker

Gelandang Jangkar Persebaya Rayakan Lebaran dengan Menyantap Buras, Kuliner Khas Sulawesi Selatan

Wali Kota Malang Sutiaji Tiadakan Open House saat Lebaran, Pasang Tulisan Yuk Idul Fitri di Rumah

Bung Karno meminta pendapat Kiai Wahab terkait situasi bangsa ketika itu, di awal kemerdekaan, yang penuh gejolak.

Antar-elemen ketika itu terpecah. Sehingga oleh Bung Karno, momentum Lebaran digunakan untuk membangun persaudaraan nasional.

"Maka muncullah istilah Halalbihalal, saling memaafkan dan saling menghalalkan. Maka dalam konteks saat ini, Lebaran menjadi tradisi yang menyatukan. Kita saling memaafkan, lupakan semua perbedaan dan kita perkuat kerja-kerja untuk menangani Covid-19 serta memulihkan kualitas kehidupan rakyat,” kata Adi Sutarwijono.

Penulis: Sofyan Candra Arif Sakti
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved