Idul Fitri 2020
Rayakan Lebaran di Tengah Pandemi Covid-19, PDIP Surabaya: Tak Bersalaman Tapi Saling Memaafkan
DPC PDIP Kota Surabaya mengajak masyarakat menyambut Hari Raya Idul Fitri penuh syukur di pandemi Covid-19.
Penulis: Sofyan Candra Arif Sakti | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Meski tidak bersalaman, namun tetap bisa saling memaafkan.
Semua bisa saling merayakan Lebaran meski dalam situasi pandemi virus corona atau Covid-19.
DPC PDIP Kota Surabaya mengajak masyarakat menyambut Hari Raya Idul Fitri penuh syukur di tengah keprihatinan.
"Keluarga besar PDIP mengucapkan selamat Idul Fitri mohon maaf lahir batin. Mari terus menguatkan semangat gotong royong untuk menghadapi pandemi Covid-19," kata Ketua DPC PDIP Surabaya, Adi Sutarwijono, Sabtu (23/5/2020).
• Bukan Lagi dari Luar Kota, Penularan Corona di Kota Malang Sudah Memasuki Tahap Transmisi Komunitas
• Jadwal Acara TV Trans TV RCTI Net TV MNC TV Minggu 24 Mei 2020, Ada Film 99 Cahaya di Langit Eropa
• Update Virus Corona di Kabupaten Trenggalek, Dalam Sehari, Dua Pasien Covid-19 Sembuh
PDIP Surabaya juga mengajak warga untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan di tengah situasi pandemi.
Adi Sutarwijono, Ketua DPRD Kota Surabaya menyadari, bahwa situasi pandemi menjadikan Lebaran tahun ini berbeda.
Imbauan agar warga tetap di rumah, warga juga tidak bisa menggelar halalbihalal yang mengumpulkan banyak orang.
Warga kota juga tidak boleh pulang kampung.
"Kita bersilaturahmi dan saling memaafkan dengan tidak saling berjumpa fisik dan tidak bersalaman. Dengan memanfaatkan teknologi komunikasi, kita saling bermaaf-maafan. Kita tidak bersalaman, tapi sudah memaafkan,” kata Adi Sutarwijono.
Lebaran di tengah pandemi ini diharapkan bisa memperkuat gotong-royong nasional dalam balutan silaturahmi antar warga.
Memperkuat kohesivitas sosial harus diwujudkan dalam kerja gotong royong agar pandemi ini bisa dilalui.
Ambil tanggung jawab sesuai bidang masing-masing.
Warga harus disiplin menerapkan protokol kesehatan, mulai cuci tangan pakai sabun, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan orang, mengonsumsi gizi seimbang dan rajin olahraga.
Adi teringat istilah Halalbihalal pertama diperkenalkan Presiden Sukarno dan KH Wahab Chasbullah.
• Masjid Agung Asy-Syuhada Tetap Gelar Salat Idul Fitri, Semua Jemaah Wajib Cuci Tangan & Pakai Masker
• Gelandang Jangkar Persebaya Rayakan Lebaran dengan Menyantap Buras, Kuliner Khas Sulawesi Selatan
• Wali Kota Malang Sutiaji Tiadakan Open House saat Lebaran, Pasang Tulisan Yuk Idul Fitri di Rumah
Bung Karno meminta pendapat Kiai Wahab terkait situasi bangsa ketika itu, di awal kemerdekaan, yang penuh gejolak.