Idul Fitri 2020

Suasana Lebaran di Karangrejo Sawah, Warga Tak Terima Tamu, Buat Tulisan 'Mohon Maaf Kami Lockdown'

Warga yang tinggal di Jalan Karangrejo Sawah Gang VII, Kelurahan Wonokromo, Kelurahan Wonokromo, Kota Surabaya memilih Idul Fitri di rumah.

TRIBUNMADURA.COM/NUR IKA ANISA
Warga Karangrejo Sawah Gang VII memilih Idul Fitri di rumah dan tak terima tamu dahulu selama merayakan lebaran di tengah wabah Covid-19. 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Warga yang tinggal di Jalan Karangrejo Sawah Gang VII, Kelurahan Wonokromo, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya memilih Idul Fitri di rumah.

Berdasarkan pantauan TribunMadura.com, warga di sana tak menerima tamu terlebih dahulu selama merayakan Lebaran di tengah wabah Covid-19.

Warga turut menerapkan imbauan pemerintah untuk social distancing atau menjaga jarak dan tetap berlebaran di rumah.

Secarik kertas bertuliskan "maaf kami lockdown" terpasang di pagar rumah-rumah warga sebagai penanda tidak menerima tamu di saat lebaran.

Mereka khawatir risiko penularan virus corona atau Covid-19.

Masjid Agung Jami Kota Malang Gelar Salat Idul Fitri 2020 dengan Terapkan Protokol Kesehatan

Hasil Swab Ketiga Ibu Muda di Bangkalan Madura Positif Virus Corona Covid-19, Jadi Pasien Ke-30

Menegok Kawasan Penjual Bunga Tabur di Pemakaman Ronggosukowati Pamekasan, Panen Rezeki Saat Lebaran

Warga Karangrejo Sawah Gang VII memilih Idul Fitri di rumah dan tak terima tamu dahulu selama merayakan lebaran di tengah wabah Covid-19.
Warga Karangrejo Sawah Gang VII memilih Idul Fitri di rumah dan tak terima tamu dahulu selama merayakan lebaran di tengah wabah Covid-19. (TRIBUNMADURA.COM/NUR IKA ANISA)

"Dapat imbauan, tidak menerima tamu lagi banyak virus Corona. Daripada nggak enak hati kalau ada orang datang kita tolak, jadi diwakilkan kertas ini," kata Kasban, warga Karangrejo Sawah VII Surabaya, Minggu (24/5/2020).

Warga lain pun memilih patuh dengan imbauan untuk tidak mudik, lebaran di perantauan dan berjaga jarak dengan tidak menerima tamu.

Abdullah (58) yang juga warga Karangrejo, memilih untuk tidak mudik ke Lamongan.

Bersama istri dan anak tunggalnya, mereka merayakan lebaran di Surabaya dan tidak menerima tamu di rumah.

"Tidak boleh mudik, jadi dari kemarin telpon video call keluarga di rumah (Lamongan). Setiap tahun pulang biasanya sebelum puasa Ramadan. Tahun ini di Surabaya," kata Abdullah.

Sejumlah Pemuda di Jalan Pegirian Surabaya Tetap Gelar Takbir Keliling, Padahal Sudah Dilarang Risma

Evaluasi PSBB Malang Raya Selama Sepekan, Tim Satgas Covid-19 Sebut Waspadai Transmisi Lokal

Sejumlah Pemuda di Jalan Pegirian Surabaya Tetap Gelar Takbir Keliling, Padahal Sudah Dilarang Risma

Pria yang juga sebagai pedagang makanan di sekitar kampus Unesa ini mengaku takut risiko virus Corona terutama di lingkungannya yang banyak usia senja.

"Tidak tahu siapa-siapa yang bawa (virus Corona) daripada nanti sakit, tidak mudik dulu," tutup Abdullah.

Penulis: Nur Ika Anisa
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved