Breaking News:

PSBB di Surabaya

Hari Terakhir PSBB Surabaya Raya Tahap Dua, Pakar Epidemiologi Unair: Masih Berisiko Tinggi

Windhu Purnomo menilai saat ini belum aman untuk melakukan pelonggaran aktivitas di Surabaya Raya mengingat kasus Covid-19 yang masih bertambah.

TRIBUNMADURA.COM/ACHMAD ZAIMUL HAQ
Pengendara yang masuk ke wilayah Kota Surabaya pada hari kedua penerapan PSBB Surabaya, Rabu (29/4/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Pakar Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair), dr Windhu Purnomo menilai saat ini belum aman untuk melakukan pelonggaran aktivitas di Surabaya Raya mengingat kasus Covid-19 yang masih bertambah.

Windhu Purnomo menyebutkan walaupun Surabaya Raya telah diberlakukan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB, nyatanya kurva epidemiologi Covid-19 masih naik.

Selain itu, ia menyebutkan kurva prediksi Covid-19 juga masih mengalami kenaikan dan ia memprediksi baru akan mencapai puncaknya dalam beberapa hari ke depan.

Adik Via Vallen Positif Terinfeksi Virus Corona Berawal dari Pneumonia, Berikut Kronologi Lengkapnya

Curhatan Via Vallen Adiknya Positif Covid-19, Bongkar Kegiatan Setiap Hari, Sempat Divonis Pneumonia

Satpol PP Kota Kediri Bongkar Portal Tanpa Penjaga, Pengurus RT/RW-Lurah Hasilkan 1 Kesepakatan

"Tapi itu juga masih tergantung. Pada hari raya kemarin nyatanya kan masih banyak banget (pergerakkan). Masih ada yang takbiran, salat jamaah, ujung-ujung (halal bihalal). Jadi bisa lebih meningkat lagi, sebelum ada pergerakan yang luar biasa itu saja masih meningkat," kata Windhu Purnomo, Senin (25/5/2020).

Untuk itu melihat PSBB Surabaya tahap kedua yang akan berakhir pada hari ini Senin (25/5/2020), menurut Windhu belum aman untuk dilakukan pelonggaran.

Kondisi tersebut sudah ia sampaikan ke jajaran forkopimda Jawa Timur pada Sabtu (23/5/2020) yang lalu.

"Tim kami tidak memberi rekomendasi apa-apa.  Kami hanya menyampaikan kondisinya, ini masih berisiko tinggi," lanjutnya.

Jika terjadi pelonggaran aktivitas, Windhu khawatir puncak Pandemi Covid-19 di Jawa Timur akan mundur semakin lama sehingga angkanya akan terus meningkat.

"Atau nanti mungkin akan muncul yang kita sebut second wave atau gelombang kedua dan seterusnya," kata Windhu Purnomo.

"Kami tidak memberi rekomendasi apa-apa. Jadi kondisinya seperti ini, monggo pemerintah provinsi, kota, kabupaten nanti menilai sendiri," lanjutnya.

Jika pun PSBB Surabaya Raya dilanjutkan hingga tahap ketiga menurut Windhu harus ada pengubahan Juknis di Pergub, Perbup/Perwali menjadi lebih tegas.

"Kalau melanggar, nah itu yang harusnya ada tambahan sanksi. Sanksi denda, administratif atau izin dicabut sementara kecuali sebelas sektor yang diizinkan. Itu penegakkan hukumnya harus jalan, kalau enggak ya sama aja sama kemarin-kemarin," pungkasnya.

Penyesalan Terbesar Luna Maya Dalam Hidup, Raffi Ahmad Kaget dan Ucap Istighfar: Lu Dibodohin Laki?

H +1 Lebaran, Tempat Usaha Jasa Cuci Baju Terbakar di Ngantru Trenggalek, Gegara Setrika Uap Meledak

Pemkot Malang Tutup Pasar Tradisional Selama 2 Hari Lebaran, Tapi Masih Ada Pedagang yang Berjualan

Penulis: Sofyan Candra Arif Sakti
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved