Breaking News:

Virus Corona di Surabaya

Kecamatan Dilibatkan Secara Aktif Memutus Mata Rantai Penyebaran Covid-19 di Kota Surabaya

Upaya Pemkot Surabaya dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 tengah digencarkan hingga jajaran kecamatan, yakni di Kecamatan Rungkut.

Dok. Dishub Surabaya
Kemacetan lalu lintas terjadi di Bundaran Waru atau tepatnya di perbatasan Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur, saat hari pertama Pembatasan Sosial Berskala Besar di Kota Pahlawan, Selasa (28/4/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Pemutusan mata rantai penyebaran virus corona atau Covid-19 terus dilakukan Pemkot Surabaya.

Dan kini upaya tersebut tengah digencarkan hingga jajaran kecamatan di Kota Surabaya.

Seperti halnya yang dilakukan oleh Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya.

Ada beberapa upaya yang terus dilakukan, misalnya sosialisasi dan edukasi kepada warga, termasuk juga menggencarkan upaya tracing.

Ada Tambahan Tiga, Pasien Positif Covid-19 di Kota Malang Jadi 35 Orang

Update Virus Corona di Kabupaten Trenggalek, Dalam Sehari, Dua Pasien Covid-19 Sembuh

Bukan Lagi dari Luar Kota, Penularan Corona di Kota Malang Sudah Memasuki Tahap Transmisi Komunitas

Upaya itu dilakukan juga berkoordinasi dengan jajaran samping.

"Sosialisasi kepada pemilik warung dan pengusaha terkait aturan apa saja yang boleh dan tidak boleh saat PSBB Surabaya," kata Camat Rungkut Yanu Mardianto.

Bukan berarti tak ada kendala dalam memberikan edukasi itu. Yanu mengatakan, pihaknya juga tak jarang harus ekstra sabar ketika memberikan sosialisasi dan edukasi.

Pasalnya, terkadang ada orang yang diajak berkomunikasi itu langsung memahami, namun ternyata juga ada yang masih merasa acuh.

Namun, hal itu tak menyurutkan langkah untuk tetap melakukan upaya sosialisasi dan edukasi tersebut.

Menurut Yanu, pihaknya juga mendapat dukungan dari warga di tingkat kampung. Hal itu dibuktikan dengan kampung yang menerapkan one gate system serta menerapkan protokol kesehatan.

Di pintu masuk kampung dibuat satu pintu dengan dijaga secara swadaya oleh warga setempat. Mereka melakukan semacam screening, terlebih bagi orang luar yang akan masuk.

"Siapapun yang masuk harus disemprot, di-thermo gun, ditanya apa keperluannya, misalnya keperluannya hanya melintas, kita minta dia untuk memutar tidak lewat jalur itu," ungkapnya.

Nasib Pilu Pria Surabaya, Motornya Raib Saat Beli Baju Lebaran, Lihat CCTV Rupanya Digasak 3 Bandit

Cara Kotor Pria Madura Embat Motor yang Terparkir di Teras Rumah, Akhirnya Babak Belur Dihajar Warga

Sejumlah Pemuda di Jalan Pegirian Surabaya Tetap Gelar Takbir Keliling, Padahal Sudah Dilarang Risma

Upaya tracing juga digencarkan bersama Puskesmas. Bila didapati temuan kasus confirm Covid-19 maka upaya itu terus digencarkan.

Selain itu, jika didapati ada warga yang confirm Covid-19 dan masih berada di rumah, maka pihaknya berkolaborasi dengan RT/RW dan PSM atau Pekerja Sosial Masyarakat guna melakukan upaya agar yang bersangkutan dapat dirawat di rumah sakit.

Sedangkan keluarganya, ditanggung seperti diberikan permakanan rutin selama isolasi mandiri.

Penulis: Yusron Naufal Putra
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved