Breaking News:

Virus Corona di Batu

Wanita Tukang Pijat di Kota Batu Positif Virus Corona, Padahal sudah 3 Bulan Tak Terima Tamu

tukang pijat di Kecamatan Bumiaji Kota Batu terkonfirmasi terpapar virus corona atau Covid-19.

Penulis: Benni Indo | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
healinghandstoowoomba.com.au
ilustrasi - Wanita Tukang Pijat di Kota Batu Positif Virus Corona, Padahal sudah 3 Bulan Tak Terima Tamu 

TRIBUNMADURA.COM, BATU – Seorang tukang pijat di Kota Batu terkonfirmasi terpapar virus corona atau Covid-19.

Tukang pijat itu menjadi pasien virus corona ke-13 di Kota Batu dan dikonfirmasi pada 31 Mei 2020 lalu.

Ia merupakan wanita berusia 72 tahun berdomisili di Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji. 

Wahana Wisata Jatim Park Group Belum Dibuka Meski Masuki Masa Transisi New Normal Malang Raya

422 Orang Calon Jemaah Haji asal Sampang Gagal Berangkat Ibadah Haji Tahun Ini, Begini Kata Kemenag

Pemberangkatan Ibadah Haji 2020 Dibatalkan, Begini Nasib Calon Jemaah Haji yang Sudah Lunasi Biaya

Pasien ke-13 itu sebelumnya berstatus sebagai pasien dalam pengawasan (PDP).

Pada 23 Mei 2020, pasien masuk RS Punten dengan keluhan diare, lemas dengan penyakit penyerta (komorbid) hipertensi yang tidak terkontrol. 

“Selanjutnya pasien dirujuk ke RS Karsa Husada pada 26 Mei 2020 dan langsung dilakukan swab pada hari itu juga dan hasilnya baru keluar siang tadi,” kata Chori, Minggu (31/5/2020).

Menurut saudaranya yang dimintai keterangan, sudah hampir tiga bulan tutup tidak memijat.

Pasien juga tidak memiliki riwayat perjalanan maupun kedatangan tamu.

“Tindak lanjut melakukan pelacakan yang ada kontak erat dengan pasien yaitu pada dua keluarga dekat,” katanya.

Pendakian Gunung Semeru dan Gunung Bromo Masih Belum Dibuka Meski Masuki Masa New Normal

Link Download Drakor The World of the Married Sub Indo Episode 1 - 16 (End), Ada Sinopsis Lengkapnya

Pelacakan dilakukan terhadap keluarga dekat yang berdagang mengirim bunga ke Pasar Singosari.

Namun, berdasar informasi sudah hampir dua minggu ini tidak kirim bunga.

“Sedangkan satu orang keluarga, pekerjaan sebagai ibu rumah tangga, menolak untuk dilakukan tes cepat atau rapid test," ucap dia.

"Dan saat ini sedang dilakukan persuasi petugas puskesmas. Saat ini yang bersangkutan sedang menjalani isolasi mandiri,” terang Chori.

Berikutnya melacak pada sebuah keluarga berjumlah lima orang dan salah satunya mengantar pasien ke RS Punten.

Tindak lanjut melakukan pelacakan kontak erat khususnya anggota keluarga. Dilakukan pelacakan pada keluarga dekat yaitu suami dan anak. Hasil tes cepat suami reaktif baik Ig G maupun Ig M, sedangkan anaknya hasil non reaktif. (Benni Indo)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved