Breaking News:

New Normal di Jawa Timur

Kabar Bahagia! Masyarakat Jawa Timur Bisa Kembali Salat Jumat di Masjid saat Memasuki New Normal

Masyarakat Jawa Timur bisa kembali melaksanakan ibadah Salat Jumat di masjid saat memasuki era new normal.

TRIBUNMADURA.COM/ACHMAD ZAIMUL HAQ
Ratusan umat muslim menjalankan ibadah Salat Jumat di Masjid Al Akbar, Surabaya, Jumat (15/5). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, masyarakat akan kembali bisa menyelenggarakan ibadah di tempat ibadah.

Dengan begitu, kata Khofifah Indar Parawansa, masyarakat bisa melaksanakan ibadah di tempat ibadah, termasuk Salat Jumat bagi umat muslim.

Khofifah Indar Parawansa menyebut, hal itu sesuai SE Menteri Agama No 15 Tahun 2029 yang mengatur tentang panduan kegiatan ibadah di era menyambut new normal.

Fenomena Tersembunyi di Balik Meningkatnya Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 di Jawa Timur, Apa Itu?

Tempat Ibadah di Kediri Mulai Bersiap Sambut New Normal, Jemaah Bisa Kembali Salat di Masjid

Penutupan Jalan Rungkut Menanggal Dilakukan hingga Berakhisnya Masa PSBB Surabaya Mendatang

Terkait pembukaan kembali tempat ibadah pada era new normal, Khofifah mengundang MUI, Dewan Masjid, Kanwil Kemenag Jatim, dan sejumlah tokoh agama untuk rapat.

“Pada dasarnya masyarakat bisa memenuhi pelaksanaan kewajiban ibadah Salat Jumat dengan mengikuti SOP seperti SE Menag," kata Khofifah Indar Parawansa, Kamis (4/6/2020) malam.

"Tapi ada beberapa persyaratan masjid yang akan menyelenggarakan ibadah Salat Jumat,” sambung dia. 

Dalam SE tersebut disebutkan ada beberapa hal yang harus disiapkan oleh pengelola rumah ibadah seperti masjid jika akan menyelenggarakan ibadah salat jamaah.

Pertama yaitu petugas harus mengawasi penerapan protokol kesehatan di rumah ibadah. Selanjutnya pengelola juga melakukan pembersihan dan desinfeksi berkala di tempat ibadah.

Update Covid-19 di Jember pada 4 Juni 2020, Ada Pedagang Pasar Kalisat Terinfeksi Virus Corona

Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 di Jawa Timur Meningkat Per 4 Juni 2020, Surabaya Sumbang Terbanyak

Kemudian juga harus ada pembatasan jumlah pintu jalur keluar dan masuk tempat ibadah. Serta pengurus tempat jbadah harus menyediakan sarana cuci tangan, sabun atau hand sanitizer di pintu masuk dan keluar tempat ibadah.

Dalam pelaksanaan ibadah di era menyambut new normal juga harus dilakukan pembatasan jarak minimal satu meter untuk setiap orang yang melaksanakan ibadah.

“Masyarakat yang akan beribadah maupun pengelola rumah ibadah bisa mendownload SE Menteri Agama tersebut karena sejatinya ada beberapa syarat dan ketentuan yang cukup detail disana,” kata Khofifah.

Ia menegaskan, SE Menteri Agama tersebut bukan hanya untuk masjid saja. Melainkan untuk seluruh rumah ibadah. Yang artinya juga berlaku untuk gereja, vihara, dan juga pura.

Kualiifikasi sesuai yang ada di SE tersebut harus dipenuhi lebih dulu sebelum diselenggarakan ibadah secara kolektif di rumah ibadah.

“Itemnya lumayan banyak. Maka ini sedang kita bahas bersama Pimpinan MUI, Dewan Masjid dan juga Kanwil Kemenag,” pungkas Khofifah.

Anggota DPRD Tulungagung Dilaporkan Satpol PP Tulungagung ke Polisi, Buntut Insiden di Pendopo

Ribuan Ikan Hias di Tulungagung Mati Akibat Cuaca Ekstrem, Peternak Alami Kerugian Jutaan Rupiah

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved