Virus Corona di Surabaya
Pegawai PDAM Surabaya Dikabarkan Meninggal Dunia Terinfeksi Virus Corona, Perusahaan Angkat Bicara
Tiga pegawai PDAM Surabaya dikabarkan terinfeksi virus corona atau Covid-19, bahkan ada yang meninggal dunia.
Penulis: Tony Hermawan | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - PDAM Surabaya angkat bicara perihal kabar pegawainya yang meninggal dunia karena virus corona atau Covid-19.
Humas PDAM Surabaya, Adi Nugroho mengatakan, tiga pegawainya belum bisa dikonfirmasi positif virus corona.
Kata Adi Nugroho, PDAM Surabaya belum mendapatkan hasil pemeriksaan ketiga pegawai itu.
• Pegawai PDAM Surabaya yang Meninggal Dunia Punya Gejala Terindikasi Virus Corona Covid-19
• Awas! Bahaya yang Mengintai Pengguna Apabila Masker Terlalu Lama Tak Dibersihkan
• Wali Murid di Banyuwangi Tolak Rencana Siswa Belajar di Sekolah saat Pandemi, Lebih Pilih Bolos
"Di masa pandemi gini, saya menyadari pasti langsung dihubungkan terjangkitnya dengan penyakit tersebut ( Covid-19 )," kata Adi saat dihubungi, Sabtu (6/6/2020).
Ia membenarkan bahwa ada satu pegawai PDAM Surabaya yang meninggal dunia.
Namun, ia belum bisa memastikan apakah pegawai itu terinfeksi virus corona.
Adi Nugroho menuturkan bahwa rumah sakit yang merawat pegawai itu belum mendapati mengkonfirmasi hasil pemeriksaan.
"Artinya gini, apakah almarhum tersebut apakah benar positif atau negatif Covid-19, sampai saat ini belum terima hasilnya dari rumah sakit.," jelas dia.
"Tapi yang pasti setelah beliau meninggal, kami melakukan rapid tes ke orang sekitar almarhum dan didapati non reaktif semua," ucap dia.
• Ini Penyebab Tagihan Listrik Pelanggan PLN Naik pada Juni 2020, Perhatikan Angka Stand Meter
• Sambut New Normal, Masjid Al Akbar Surabaya Ubah Toilet Beorientasi Environment, Apa Keunggulannya?
Selain itu, ia juga menjelaskan karyawan yang dikabarkan tengah menjalani isolasi mandiri.
Karyawan tersebut, kata Adi, sebenarnya sedang menjalani cuti tahunan.
"Yang kedua ada karyawan diberitakan sedang isolasi mandiri itu kami sampaikan yang bersangkutan sedang mengajukan cuti tahunan. Dan posisinya beliau di rumah," ucapnya.
Sedangkan karyawan yang diketahui sedang dirawat di rumah sakit, kata dia, juga belum bisa dipastikan terpapar virus corona.
Adi menuturkan bahwa hingga kini pihak PDAM Surabaya masih menunggu pernyaatan resmi dari Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur.
"Belum bisa memastikan kena Covid-19 atau tidak karena belum ada pernyataan resmi juga dari Kepala Gugus Tugas Jatim," tutupnya.
• Pengumuman Kelulusan Siswa SMP di Kota Malang Tahun 2020 Dilakukan Berbeda dari Tahun Sebelumnya
• Wali Murid di Madiun Khawatir Siswa Kembali Terapkan Belajar di Sekolah saat Pandemi Virus Corona
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/darah-virus-corona.jpg)